Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rasa Kagum: Bagaimana Manajer Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Karyawan?

Rasa Kagum Bagaimana Manajer Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Karyawan


Rasa kagum adalah perasaan yang Anda alami saat berada di hadapan sesuatu yang menginspirasi Anda. Itu bisa dibawa oleh alam, seni, atau bahkan manusia. Penelitian menunjukkan bahwa kekaguman memiliki efek positif pada kesehatan mental dan dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mengatasi situasi stres. Menemukan kekaguman di tempat kerja penting untuk meningkatkan kesehatan mental Anda, tetapi ini bisa menimbulkan tantangan serius bagi kebanyakan orang.

Tempat kerja dapat dipenuhi dengan stres dan kecemasan, dan rasanya mustahil untuk menjadi produktif dan efisien saat Anda merasa sedih. Manajer memainkan peran besar dalam perasaan karyawan, jadi mereka harus memprioritaskan untuk memberi tim mereka dukungan emosional yang mereka butuhkan agar puas di tempat kerja. Ketika manajer mendukung, ini menumbuhkan harga diri di antara karyawan mereka dan mengarah pada kinerja yang lebih baik. Menerapkan strategi tempat kerja yang tepat untuk kesehatan mental memiliki kekuatan untuk secara mendasar mengubah organisasi dan basis karyawan Anda menjadi lebih baik.

Bagaimana Kesehatan Mental Dapat Mempengaruhi Organisasi?

Kesehatan mental yang buruk di tempat kerja adalah kejadian umum, dengan depresi dan kecemasan menjadi beberapa masalah yang paling umum. Dunia telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, dan banyak orang menghadapi jenis stresor baru yang tidak dialami oleh generasi sebelumnya. Sebagai individu merasakan lebih banyak tekanan untuk terus menjadi produktif - baik di dalam maupun di luar jam kerja. Ini dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental dan juga kesehatan fisik. Stres berkontribusi pada gangguan pencernaan, jantung berdebar, masalah tidur, dan kesulitan kognitif, seperti mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi, berpikir jernih, dan mengambil keputusan. Stres yang meluas dapat berdampak luas di seluruh tempat kerja, mulai dari menguras kepercayaan diri dan menghambat kemajuan hingga meningkatkan turnover dan merugikan keuntungan.

Apa Penyebab Buruknya Kesehatan Mental di Tempat Kerja?

Teknologi telah menghubungkan kita untuk bekerja lebih dari sebelumnya. Kita bekerja lebih lama dengan lebih sedikit waktu untuk diri kita sendiri. Kita sering menggunakan ponsel atau laptop di rumah saat kita seharusnya beristirahat atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Dan banyak orang merasa tidak pernah bosan karena kotak masuk email mereka selalu terbuka, dan pesan menunggu mereka setiap saat sepanjang hari. Menjadi dapat diakses 24/7 mempersulit untuk memisahkan kehidupan profesional kita dari kehidupan pribadi kita dan mengakibatkan kelelahan dan kesehatan mental yang buruk. Semua ini mengarah pada tingkat stres dan kecemasan yang lebih tinggi di antara karyawan yang membuat mereka lebih mungkin mengembangkan berbagai masalah kesehatan mental.

Budaya tempat kerja yang beracun juga dapat menyebabkan kesehatan mental yang buruk. Banyak tempat kerja yang kompetitif, dan orang mungkin merasa mereka tidak cukup baik atau tidak memenuhi harapan. Merasa gagal adalah stres dan dapat menyebabkan depresi atau kecemasan. Selain itu, manajer yang tidak mendukung karyawannya juga berkontribusi terhadap masalah tersebut. Mereka mungkin bertindak dengan cara yang tidak profesional, menunjukkan perlakuan tidak adil kepada karyawan tertentu, atau bersikap terlalu kritis, membuat pekerja merasa buruk tentang diri mereka sendiri dan takut pergi bekerja setiap hari.

Bagaimana Seorang Manajer Dapat Mempengaruhi Budaya Kesehatan Mental yang Positif?

Saat mempertimbangkan strategi kesehatan mental bagi manajer untuk mendukung karyawannya, tujuannya tidak hanya untuk membantu anggota tim individu tetapi juga untuk membangun budaya kesehatan mental yang positif di seluruh organisasi. Manajer dapat melakukannya dengan cara berikut:

Menjadi Pendengar yang Baik

Tampaknya sudah jelas, tetapi orang yang paling membantu dan suportif menghabiskan lebih banyak waktu untuk mendengarkan daripada berbicara. Jika manajer meluangkan waktu untuk mendengarkan karyawan mereka, mereka dapat memperoleh wawasan berharga tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan setiap karyawan tentang pekerjaan mereka, posisi mereka, lingkungan kerja, kebijakan, jadwal, struktur pekerjaan, dll.

Manajer juga perlu menunjukkan empati saat karyawan berbagi masalah dan kekhawatiran mereka. Hal ini penting untuk mengembangkan hubungan yang kuat antara karyawan dan manajer. Ketika hubungan ini meningkat, menjadi lebih mudah bagi tim untuk menyelesaikan masalah mereka dan kemungkinan besar manajer akan melakukan perubahan positif.

Mendorong Ekspresi Emosi

Manajer perlu mendorong ekspresi emosi. Setiap orang merasa stres, frustrasi, atau kewalahan di beberapa titik selama minggu kerja mereka, dan karyawan perlu tahu bahwa mengekspresikan emosi mereka boleh-boleh saja. Ini membantu mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan merasa diterima di tempat kerja. Karyawan yang didorong untuk mengekspresikan emosi cenderung tidak mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan karena mereka akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri dan apa yang mereka inginkan dalam hidup. Manajer juga perlu menunjukkan emosi, terutama yang positif. Mereka dapat menunjukkan keceriaan untuk meningkatkan semangat, antusiasme untuk memulai usaha baru, atau rasa syukur ketika berhasil. Mengekspresikan emosi dapat memberikan keajaiban bagi kesehatan mental di tempat kerja.

Mempertahankan Work-Life Balance

Work-Life Balance sangat penting untuk memastikan karyawan dapat mengelola kehidupan pribadi mereka, serta kehidupan profesional mereka. Salah satu cara agar manajer dapat mendukung Work-Life Balance adalah dengan membuat jadwal fleksibel yang mengakomodasi kebutuhan karyawan.

Menjadi Role Model yang Baik

Penting bagi manajer untuk menjadi panutan yang baik. Ketika seorang karyawan melihat bahwa manajer mereka menginvestasikan waktu dan upaya mereka dalam bisnis tetapi mengabaikan untuk mengurus diri mereka sendiri, itu mengirimkan pesan campuran tentang jenis gaya hidup apa yang "benar" dan jenis gaya hidup apa yang tidak berhasil. Hal ini dapat mendorong karyawan untuk bekerja terlalu keras dalam mengejar produktivitas maksimum dan akhirnya malah kehabisan tenaga. Dengan menunjukkan bahwa ada keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, para manajer mengirimkan pesan bahwa ini juga penting bagi karyawan.

Bekerja Keras dan Menetapkan Tujuan

Meskipun ini bukan sesuatu yang selalu dapat dikontrol oleh manajer, penting bagi mereka untuk memberikan contoh yang baik. Dalam dunia bisnis, kerja keras dan penetapan tujuan adalah dua hal yang menginspirasi dan memotivasi karyawan. Jika manajer tidak memberikan jumlah waktu dan upaya yang sama seperti yang mereka minta kepada karyawannya atau tidak memenuhi tujuan mereka sendiri tetapi mengharapkan kesempurnaan dari karyawan, ini dapat menyebabkan kebencian.

Manajer perlu menyadari seberapa keras karyawan mereka bekerja dan apa yang mereka capai. Jika seorang karyawan tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya, manajer perlu membicarakan hal ini dengan mereka dan memberikan solusi. Jika mereka tidak hanya memenuhi harapan tetapi juga melebihinya, manajer harus menyadari hal ini dan menunjukkan penghargaan mereka.

Membuat Pekerjaan Menyenangkan

Seorang manajer dapat membuat pekerjaan menjadi menyenangkan dengan menyediakan lingkungan yang tepat, yang berarti mempromosikan budaya kesehatan mental yang positif. Penting untuk merancang ruang kantor yang disukai karyawan untuk menghabiskan waktu. Perubahan sederhana seperti menambahkan furnitur yang nyaman atau berinvestasi dalam mesin espresso berteknologi tinggi dapat memberikan kenikmatan tanpa akhir. Seorang manajer juga dapat meningkatkan mood di tempat kerja dengan membuatnya lebih sosial. Misalnya, manajer mungkin mendorong karyawan untuk bersosialisasi satu sama lain selama jam makan siang. Ini membantu mereka mengenal satu sama lain secara pribadi, yang dapat membuat mereka lebih ramah, kooperatif, dan sukses selama jam kerja.

Posting Komentar untuk "Rasa Kagum: Bagaimana Manajer Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Karyawan?"