Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Untuk Apa Kuliah Kalau Ujung-ujungnya Tidak Dapat Pekerjaan?

Untuk Apa Kuliah Kalau Ujung-ujungnya Tidak Dapat Pekerjaan


Pernahkan Anda mendengar orang berbicara lebih kurang seperti “untuk apa kuliah kalau ujung-ujungnya tidak dapat pekerjaan?” atau bahkan ada yang menyambungnya dengan ucapan “mending kayak si itu, cuma tamat SD sudah jadi jutawan”. Apakah Anda setuju dengan perkataan yang menunjukkan bahwa kuliah itu tidak penting?

Pernyataan tersebut secara sikilas tampaknya benar dan sangat bijak, tapi jika kita teliti lebih lanjut, maka ada beberapa tanda bahaya bagi generasi mendatang. Salah satu contoh bahayanya yaitu masyarakat sudah mulai mengabaikan pendidikan, padahal pendidikan itu bertujuan untuk membentuk pola pikir generasi muda menjadi lebih maju dan lebih kritis, tidak hanya berfokus pada pekerjaan yang akan didapatkan setelahnya.

Tak jarang orang mencoba untuk mempersempit makna kuliah dengan mengatakan bahwa kuliah ditambah ijazah sama dengan kerja, kalau tidak ada kerja untuk apa kuliah. Padahal kuliah itu tidak hanya terbatas pada ijazah dan kerja, tapi juga meliputi ilmu, pengamalan, pengalaman, perubahan karakter dan pola pikir, menghasilkan generasi yang lebih kreatif dan mudah beradaptasi, keahlian dalam memecahkan masalah, dan masih banyak lagi yang dapat dipetik dari kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

Lalu apakah kita pantas mengatakan “untuk apa kuliah kalau gak ada kerja?” Saya rasa kurang pantas, karena menurut saya kerja itu tidak hanya berupa pekerjaan yang kita lamar di tempat orang lain atau menjadi PNS. Ada banyak sekali jenis pekerjaan di dunia ini, jadi seseorang dapat memilihnya dengan bebas.

Jika kita membenarkan bahwa kuliah itu tidak penting dengan alasan tidak langsung mendapatkan pekerjaan setelahnya, maka percayalah suatu saat akan ada orang yang menerbitkan ide-ide yang lebih berbahaya lagi seperti “untuk apa sekolah, sekolah itu tidak menghasilkan uang” atau “untuk apa sekolah, cuma buang-buang uang saja, mending langsung kerja dan nabung biar cepat kaya”. Dan lebih parahnya lagi ada yang mengatakan “untuk apa sekolah dan mengaji, itu hanya buang-buang waktu, waktu itu adalah uang”. 

Ingat, uang itu dibuat oleh manusia, bukan manusia dibuat oleh uang. Jadi jangan terlalu menuhankan uang.

Percaya atau tidak, pendidikan itu penting, dengan pendidikan seseorang akan memiliki wawasan yang lebih luas dan peluang untuk mendapatkan pekerjaan juga akan lebih besar. Memang itu tidak terjadi secara instan, semua butuh proses, dan proses tersebut akan berbuah manis. Jangan mengabaikan pendidikan, Al-Qur’an saja tidak mengabaikannya. Teruslah belajar dan jangan pernah merasa pintar dan berbangga diri dengan kemampuan yang Anda miliki sekarang, teruslah maju, karena dunia ini terus berputar dan berubah setiap saat.

Posting Komentar untuk "Untuk Apa Kuliah Kalau Ujung-ujungnya Tidak Dapat Pekerjaan?"