Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jerawat dan Matahari: Kesalahpahaman yang Bisa Berdampak Negatif!

Jerawat dan Matahari Kesalahpahaman yang Bisa Berdampak Negatif!


“Paparan sinar matahari diperlukan untuk menghilangkan jerawat”. Pepatah ini selalu populer, dan alasan utamanya adalah banyak orang percaya paparan sinar matahari mengeringkan jerawat dan mengobati peradangan. Tapi apakah itu benar? Teruslah membaca karena kami akan menangani masalah jerawat dan paparan sinar matahari, sehingga Anda dapat memperoleh manfaat dari informasi ilmiah yang andal jika Anda bergumul dengan kondisi kulit ini.

Kesalahpahaman Umum

Salah satu kesalahpahaman paling umum tentang kulit berminyak dan berjerawat adalah bahwa sinar matahari mengurangi produksi sebum dan membatasi munculnya jerawat. Yang benar adalah, itu kebalikannya. Paparan sinar matahari mengeringkan kulit, bahkan jika berminyak. Hal ini membuat kelenjar sebaceous memproduksi lebih banyak minyak untuk menjaga kelembapan kulit yang pada gilirannya menyebabkan noda.

Dan bagi orang dengan kulit berjerawat, paparan sinar matahari pasti bisa membuat jerawat semakin parah. Seperti yang dijelaskan oleh dokter kulit Dr. Amal Mehanna, sinar matahari tidak menyembuhkan jerawat. Faktanya, ini meningkatkan peradangan dan kemerahan serta menyebabkan hiperpigmentasi pasca-inflamasi yang merupakan perubahan warna gelap pada jerawat yang sedang sembuh.

Tabir Surya

Sesuai anjuran Dr. Amal Mehanna, orang dengan kulit berjerawat harus menggunakan tabir surya yang dirancang khusus untuk kulit berminyak, karena ini adalah cara utama untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Ini harus diterapkan kembali setiap dua jam selama periode paparan yang lama. Selain itu, krim antihiperpigmentasi dapat digunakan untuk mengatasi perubahan warna kulit akibat paparan sinar matahari.

Perawatan Kulit Berjerawat di Musim Panas

Sekarang setelah Anda mengetahui kebenaran tentang jerawat dan paparan sinar matahari, berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengurangi jerawat selama bulan-bulan musim panas:

  • Ingatlah bahwa paparan sinar matahari tidak hanya menyebabkan hiperpigmentasi, tetapi juga berkeringat. Keringat membuat lingkungan yang baik bagi bakteri untuk tumbuh, yang menyebabkan munculnya jerawat. Jadi, hindari paparan sinar matahari pada jam sibuk, dan pastikan Anda membersihkan wajah dan tubuh setiap hari untuk menghilangkan keringat dari kulit. Lebih baik juga memakai pakaian katun karena ini mengurangi gesekan yang menyebabkan keringat berlebih.
  • Paparan kolam renang yang diklorinasi juga bisa memicu jerawat. Hal ini dapat dihindari dengan mencuci kulit segera setelah keluar dari kolam untuk menghilangkan sisa klorin. Anda juga harus menggunakan pelembab yang dirancang khusus untuk kulit berminyak karena klorin menyebabkan kekeringan.
  • Batasi penggunaan riasan sebanyak mungkin karena berinteraksi dengan keringat dan dapat menimbulkan efek negatif pada kulit. Jika perlu, gunakan kosmetik nonkomedogenik dan bebas minyak.

Ikuti tips ini yang akan membantu mengurangi jerawat secara signifikan selama musim panas!

Posting Komentar untuk "Jerawat dan Matahari: Kesalahpahaman yang Bisa Berdampak Negatif!"