Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Stroke: Gejala dan Pengobatan

Stroke Gejala dan Pengobatan

Menurut WHO, sekitar 15 juta orang menderita stroke setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut 5 juta meninggal dan sejumlah besar penduduk yang tersisa menderita cacat seumur hidup karena stroke. Ini tidak hanya mempengaruhi individu tetapi seluruh keluarga.

Stroke disebabkan ketika satu atau lebih pembuluh darah yang ada di otak pecah dan berdarah atau jika tersumbat, menghalangi aliran darah dan oksigen ke otak. Akibat kekurangan oksigen di otak, sel-sel dan jaringan di otak berhenti berfungsi dan mulai mati dalam hitungan detik.

Stroke adalah penyebab utama kematian di antara orang paruh baya dan orang tua dan setiap tahun ribuan orang dilaporkan meninggal karenanya.

Apa Saja Jenis Stroke yang Berbeda?


Stroke terdiri dari tiga jenis utama:

Stroke Iskemik

Stroke iskemik disebabkan karena pembuluh darah tersumbat oleh gumpalan atau deposisi plak di arteri. Jenis stroke ini memiliki lebih banyak komplikasi kesehatan dibandingkan dengan jenis lainnya dan mungkin memiliki efek permanen pada pasien.

Serangan Iskemik Transien

Transient Ischemic Attack atau TIA adalah suatu kondisi di mana tubuh mengalami gejala seperti stroke untuk waktu yang singkat dan biasanya sembuh dengan sendirinya. Serangan Iskemik Transien dapat menjadi prekursor kemungkinan stroke di masa depan.

Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik disebabkan ketika pembuluh darah mengalami pendarahan atau pecah dan berdarah ke otak.

Siapa yang Lebih Berisiko Terkena Stroke?


Beberapa individu berpotensi pada risiko lebih tinggi menderita stroke daripada yang lain. Beberapa faktor ikut berperan saat menentukan siapa yang berisiko lebih besar seperti jenis kelamin, etnis, usia, dll. Penyebab utama pada sebagian besar kasus adalah tekanan darah tinggi/tidak terkontrol.

Pria diduga memiliki risiko lebih tinggi menderita stroke daripada wanita, sementara orang Hispanik dan Afrika-Amerika lebih rentan terkena stroke daripada orang-orang dari ras lain. Apa saja faktor-faktor tersebut? Mari kita cari tahu tentang beberapa dari mereka sehingga mereka dapat diobati sedini mungkin.
  • Individu yang kelebihan berat badan atau orang yang menderita obesitas.
  • Orang yang menggunakan pil hormonal.
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Orang dengan riwayat penyalahgunaan narkoba.
  • Individu di atas usia 55 tahun.
  • Tekanan darah tinggi
  • Perokok berantai
  • Individu dengan Diabetes atau Pra Diabetes.
  • Orang dengan riwayat keluarga menderita stroke.
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Konsumsi makanan yang tidak seimbang jenuh dengan makanan berlemak dan asin secara teratur
  • Orang dengan kondisi jantung yang ada.
  • Individu yang menderita sleep apnea.

Apa Saja Gejala Visual Stroke?


Gejala-gejala stroke mungkin muncul tiba-tiba atau tubuh mungkin memberikan tanda-tanda sebelumnya. Terlepas dari itu, penting untuk mewaspadai gejala stroke sehingga seseorang dapat mencari bantuan saat membutuhkan. Meskipun sulit untuk mengidentifikasi tanda-tanda internal yang diberikan tubuh sebelum menderita stroke, berikut adalah 9 gejala eksternal yang dapat dengan mudah dinilai.
  • Sakit kepala disertai muntah
  • Kelemahan atau mati rasa pada satu atau kedua sisi tubuh
  • Kandung kemih atau buang air besar yang tidak terkontrol
  • Kebingungan
  • Kelumpuhan atau imobilitas di bagian wajah, lengan, kaki atau semuanya secara bersamaan, terutama di satu sisi tubuh.
  • Pingsan dan kesulitan dalam koordinasi, terutama berjalan.
  • Kesulitan mengangkat lengan ke kapasitas penuh
  • Kehilangan penglihatan sementara

Bagaimana Cara Merawat Orang yang Pernah/Sedang Menderita Stroke?


Berikut beberapa cara merawat seseorang yang sedang menderita stroke:
  • Hubungi bantuan medis segera.
  • Jangan beri pasien makanan atau minuman apapun.
  • Catat waktu ketika gejala pertama kali terlihat.
  • Jangan biarkan pasien tertidur dan usahakan agar mereka tetap waspada.
  • Ambil tindakan segera.
  • Selalu ingat - setiap detik penting dan intervensi dini oleh dokter dapat meningkatkan kemungkinan hasil yang positif
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat seseorang yang telah menderita stroke dan membutuhkan rehabilitasi:
  • Ikuti perawatan yang ditentukan dan lakukan tindak lanjut rutin dengan ahli saraf
  • Terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan memahami bicara dan berbicara.
  • Fisioterapi untuk meningkatkan mobilitas tubuh.
  • Membentuk asosiasi dengan kelompok pendukung yang terdiri dari orang-orang yang pernah mengalami hal yang sama atau anggota keluarga pasien.
  • Mendukung pasien secara mental karena sangat sulit untuk kembali menjadi normal.

Tips untuk Mengurangi Kemungkinan Menderita Stroke


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti beberapa tips untuk mengurangi risiko terjadinya stroke, terutama di kalangan orang yang lebih rentan terhadapnya.
  • Memimpin gaya hidup aktif
  • Mengkonsumsi makanan yang seimbang
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Menghindari merokok
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Tetap periksa tekanan darah
Langkah-langkah ini biasanya merupakan dasar dari menjalani gaya hidup sehat.

Kesehatan berbagai organ tubuh Anda sebagian besar tergantung pada pilihan gaya hidup Anda. Jadi dengan berhati-hati, Anda dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh Anda.

Posting Komentar untuk "Stroke: Gejala dan Pengobatan"