Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makanan untuk Tifus: Apa yang Harus Dimakan dan Apa yang Harus Dihindari

Makanan untuk Tifus Apa yang Harus Dimakan dan Apa yang Harus Dihindari

Jenis Makanan Apa yang Membantu Selama Tifus?


Seperti halnya infeksi lainnya, pola makan selama tifus harus diawasi dengan ketat. Ketidaknyamanan gastrointestinal adalah kejadian umum, jadi lebih baik jika pilihan makanannya mudah dan ringan. Makanan tifus biasanya hambar karena perlu dicerna dan memperkuat kekebalan tubuh.

Makanan tifus terutama terdiri dari:

Makanan Berkalori Tinggi

Dianjurkan untuk makan makanan berkalori tinggi dan mengkonsumsi makanan seperti kentang rebus, pisang, pasta, roti putih. Porsi kecil dari makanan semacam itu akan memberi kekuatan dan energi bagi pasien tifus.

Cairan dan Buah-buahan dengan Kandungan Air yang Tinggi

Ikuti diet cair dan konsumsi cairan yang cukup dalam bentuk jus buah segar, air kelapa muda, air jeruk nipis, buttermilk, air yang diperkaya elektrolit, kaldu sayuran. Tambahkan buah-buahan kaya kandungan air seperti semangka, melon, anggur, aprikot ke dalam makanan. Cairan dan buah-buahan ini membantu memulihkan kandungan air dalam tubuh yang terkuras selama demam tifoid dan menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi kemudian dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut selama pengobatan tifus.

Makanan Kaya Karbohidrat

Makanan semi padat seperti bubur, telur rebus, kentang panggang mudah dicerna, dan karbohidrat sehat ini bermanfaat bagi penderita tifus.

Produk Susu

Produk susu seperti yoghurt, susu, dan telur memastikan kecukupan protein dalam tubuh, sehingga harus dimasukkan dalam rencana diet pemulihan tifus. Makanan ini lebih mudah dicerna dibandingkan dengan daging. Vegetarian dapat memilih kacang-kacangan, lentil, keju cottage untuk memenuhi kebutuhan protein mereka.

Makanan Apa yang Harus Dihindari?


Meskipun penting untuk memperhatikan apa yang dikonsumsi dalam demam tifoid, yang sama pentingnya adalah menghindari sedikit makanan. Makanan yang dapat mengganggu pengobatan tifus meliputi:

Makanan Berserat Tinggi

Makanan seperti sereal gandum dan roti gandum dapat menyusahkan sistem pencernaan karena sulit dicerna. Makanan tinggi serat ini idealnya harus dihindari.

Makanan Berminyak

Makanan berminyak atau gorengan, mentega harus dihindari selama demam tifoid.

Rempah-rempah

Sama seperti makanan berminyak, rempah-rempah, bumbu, dan makanan asam asetat dapat memperparah peradangan di usus. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari makanan seperti cabai, merica, cabai rawit, cuka, saus pedas, saus salad, buah dan sayuran kalengan.

Sayuran Mentah

Seperti kubis, capsicum, lobak. Sayuran ini harus dihindari karena dapat menyebabkan kembung.

Apa Penyebab Demam Tifoid dan Apa Gejalanya?


Bakteri Salmonella typhi bertanggung jawab untuk menyebabkan demam tifoid. Orang yang terinfeksi membawa bakteri dalam saluran usus dan darah mereka. Bakteri dapat ditularkan dengan memakan makanan atau meminum minuman apa pun yang telah disentuh oleh pasien yang terinfeksi tifus jika mereka tidak menjaga kebersihan dengan baik.

Gejala demam tifoid muncul sekitar satu hingga tiga minggu setelah seseorang terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhi. Gejala yang menjadi ciri penyakit ini antara lain:
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Demam tinggi
  • Perut bengkak
  • Kurang nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Kebingungan

Beberapa Tindakan Pencegahan Terhadap Tifus


Terlepas dari tindakan pencegahan diet selama pengobatan tifus, beberapa tindakan dasar dapat membantu menghindari tifus. Tindakan ini meliputi:
  • Mendapatkan vaksinasi terhadap demam tifoid.
  • Menjaga kebersihan pribadi.
  • Menghindari makanan dan minuman dari pedagang kaki lima.
  • Minum air kemasan atau air mendidih sebelum mengkonsumsinya.
  • Memilih makanan kecil dan sering.
Meskipun mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, jangan pernah menunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami salah satu gejalanya. Tetap sadar untuk tetap sehat!

Posting Komentar untuk "Makanan untuk Tifus: Apa yang Harus Dimakan dan Apa yang Harus Dihindari"