Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diagnosis Depresi dengan Cara yang Benar!

Diagnosis Depresi dengan Cara yang Benar!


Depresi adalah gangguan medis umum namun kritis yang berdampak negatif pada cara Anda merasa, berpikir, dan bertindak. Kondisi tersebut menimbulkan perasaan sedih dan putus asa, dan/atau kehilangan minat pada aktivitas yang dulunya tampak menyenangkan. Depresi dapat menyebabkan berbagai masalah fisik dan emosional, dan bahkan dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk beraktivitas di rumah atau di tempat kerja.

Berapa banyak orang yang terkena depresi secara global? Menurut laporan World Health Organization, lebih dari 264 juta orang dari segala usia menderita depresi di seluruh dunia. Siapa yang rentan terhadap kondisi tersebut? Meskipun penyakit mental dapat menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih mungkin terkena depresi daripada pria.

Depresi sangat berbeda dari fluktuasi suasana hati yang teratur dan respons emosional singkat terhadap tantangan hidup sehari-hari. Depresi kronis atau jangka panjang dengan intensitas berat atau sedang dapat menjadi kondisi kesehatan yang serius. Seiring waktu, hal itu dapat mengganggu tugas rutin, proses berpikir, dan pola perilaku Anda. Parahnya lagi, depresi bahkan bisa berujung pada bunuh diri.


Bagaimana Depresi Didiagnosis?


Jika Anda mengalami salah satu gejala yang terkait dengan depresi atau jika Anda merasa menderita jenis depresi apa pun, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda belum pernah mengalami kondisi tersebut sebelumnya, Anda harus mulai dengan mendiskusikan gejalanya dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Dokter Anda mungkin menanyakan serangkaian pertanyaan yang dapat membantu diagnosis depresi. Anda mungkin akan ditanya hal berikut:

  • Kapan pertama kali Anda mulai memperhatikan gejalanya?
  • Bagaimana gejala mempengaruhi kualitas hidup Anda?
  • Kondisi kesehatan mental mendasar yang mungkin Anda miliki
  • Informasi tentang riwayat keluarga penyakit mental
  • Apakah Anda berada di bawah beberapa OTC dan obat resep atau suplemen

Pastikan untuk menjawab semua pertanyaan setepat mungkin, karena itu akan membantu dokter Anda mendiagnosis depresi dengan lebih akurat.


Apa Metode Berbeda untuk Mendiagnosis Depresi?


Tidak ada tes laboratorium untuk mendiagnosis masalah kesehatan mental, seperti depresi. Namun, tes tertentu dapat digunakan untuk mengesampingkannya. Jika dokter Anda tidak dapat menemukan penyebab lain dari gejala tersebut, ia dapat merujuk Anda ke ahli kesehatan mental bersertifikat untuk dievaluasi. Anda dapat mengharapkan ahli untuk mengajukan pertanyaan mendalam terkait dengan kondisi tersebut atau Anda mungkin diminta untuk mengisi kuesioner peringkat depresi.

Jenis kuesioner berikut dapat digunakan untuk mengukur tingkat depresi Anda:

Beck Depression Inventory

BDI ini terdiri dari 21 pertanyaan yang dilaporkan sendiri tentang depresi. Ini dirancang untuk membantu ahli kesehatan mental Anda menilai perilaku, gejala, dan suasana hati Anda. Setiap jawaban diberi skor pada skala nol hingga tiga untuk menunjukkan keseriusan gejala.

Hamilton Depression Rating Scale

Kuesioner khusus ini dirancang untuk menentukan tingkat keparahan depresi pada orang yang telah didiagnosis. Seperti BDI, Hamilton Depression Rating Scale juga terdiri dari 21 pertanyaan, masing-masing berkaitan dengan gejala atau tanda depresi tertentu. Jawaban pilihan ganda diberi skor nol sampai empat. Semakin tinggi skornya, semakin parah kondisinya.

Zung Depression Self-rating Scale

Alat skrining khusus ini digunakan untuk menilai tingkat depresi pada individu yang menderita gangguan mood swing ini. Kumpulan 20 pertanyaan memberikan rentang skor antara 20 dan 80. Orang yang paling depresi biasanya mendapat skor antara 50 dan 69. Kondisi dikatakan parah jika skor orang tersebut di atas 69.


Apakah ada Pengobatan untuk Depresi?


Perawatan yang efektif tersedia untuk depresi berat dan sedang. Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin menawarkan perawatan psikologis khusus, seperti Terapi Perilaku Kognitif, aktivasi perilaku, dan Terapi Interpersonal, bersama dengan obat antidepresan, seperti SSRI dan TCA.

Mengatasi depresi bisa menjadi tantangan tersendiri. Anda harus mengidentifikasi tanda-tandanya dan mencari diagnosis secepatnya. Diagnosis depresi dini dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih buruk sementara perawatan yang tepat dapat membantu meringankan tanda-tandanya, memperbaiki kondisi Anda secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas hidup, sehingga memungkinkan Anda untuk kembali ke diri Anda yang biasa.

Posting Komentar untuk "Diagnosis Depresi dengan Cara yang Benar!"