Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diabetes dan Garam: Berapa Banyak yang Terlalu Banyak?

Diabetes dan Garam Berapa Banyak yang Terlalu Banyak


Sementara setiap orang harus mengurangi garam makanannya, mereka yang menderita diabetes memiliki lebih banyak alasan untuk berhati-hati dengan asupan natriumnya. Orang dengan kadar gula tinggi lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi dan efek buruknya seperti penyakit kardiovaskular dan ginjal dan bahkan stroke. Sementara konsumsi garam telah berkurang secara signifikan selama bertahun-tahun, kita perlu melihat lebih dekat pada garam dan bagaimana garam bersembunyi di makanan yang paling tidak berbahaya dalam diet kita sehari-hari. Baca terus untuk mengetahui lebih banyak tentang diabetes dan garam.


Mengapa Garam Buruk bagi Penderita Diabetes?


Bagi sebagian besar penderita diabetes, karbohidratlah yang diberi tanda merah dalam makanan. Tetapi garam juga merupakan musuh yang tersembunyi. Natrium, komponen utama garam, merupakan mineral penting yang bertanggung jawab untuk keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Ini membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan diperlukan untuk fungsi saraf dan otot yang tepat. Ketika ada kelebihan natrium dalam tubuh, itu menyebabkan tekanan darah tinggi, yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini berarti diabetes dan garam adalah NO yang besar.

Natrium mempengaruhi resistensi insulin tubuh. Penelitian telah membuktikan bahwa mereka yang menderita diabetes empat kali lebih mungkin menderita penyakit jantung dibandingkan orang biasa. Hal ini karena kebanyakan orang yang memiliki kadar gula tinggi mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, memiliki jumlah LDL (kolesterol jahat) yang tinggi dan umumnya memiliki gaya hidup yang kurang gerak. Membatasi jumlah asupan garam Anda dapat memiringkan keseimbangan yang menguntungkan Anda dan mencegah penyakit jantung. Bukan hanya itu, terlalu banyak garam juga terkait dengan kanker perut. Bahkan mereka yang tidak menderita diabetes pun berisiko terkena penyakit tersebut jika terlalu banyak mengonsumsi garam.


Sumber Garam


Selain garam, Anda taburkan di atas makanan Anda; ada banyak cara lain di mana ia menyelinap ke dalam makanan kita. Pasien dengan diabetes harus memastikan bahwa mereka membatasi asupan makanan berikut.

Makanan Olahan

Ini adalah penyebab utama penambahan garam berlebih ke dalam makanan kita. Makanan siap saji dan apa pun yang disertakan dalam paket atau kotak akan mengandung lebih dari dosis garam harian Anda.

Camilan Asin

Ada alasan mengapa Anda harus menghindari popcorn, kacang asin, biskuit, dan camilan lainnya karena penuh garam dan merusak keseimbangan elektrolit dalam tubuh Anda.

Roti dan Sereal

Cari pilihan lain yang lebih sehat untuk sarapan Anda karena menu roti dan sereal sudah habis. Kedua item ini memiliki jumlah natrium yang tinggi dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Roti adalah nomor satu.

Makanan Kalengan

Sup kalengan, kacang-kacangan, jamur semuanya tinggi garam. Pilih varietas segar daripada yang kalengan untuk mengurangi asupan garam Anda.

Sup Instan

Ini adalah pilihan makanan cepat saji lainnya, tetapi tidak baik untuk kesehatan Anda karena kandungan natriumnya yang tinggi.

Makanan Restoran

Mereka yang makan di luar secara teratur memiliki risiko tinggi menderita penyakit jantung dibandingkan mereka yang memasak di rumah karena restoran menggunakan garam secara bebas dalam masakan mereka. Bahan makanan lainnya antara lain:

  • Jus Sayuran Kalengan
  • Acar dan acar sayuran
  • Zaitun Botol
  • Campuran mie berbumbu
  • Mentega asin atau margarin

Bagaimana Cara Mengurangi Asupan Garam?


Mereka yang menderita diabetes harus membatasi asupan garam hingga 2.300 miligram per hari. Jika seseorang juga menderita hipertensi, mereka tidak boleh makan garam lebih dari 1.500 miligram per hari. Ada banyak langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi garam dalam diet Anda. Berikut adalah beberapa langkah.
  • Hindari makan makanan olahan. Juga, makan di luar lebih jarang. Masak di rumah dan gunakan bahan-bahan segar sebanyak mungkin. Makan buah-buahan segar dan salad untuk meningkatkan kecerdasan kesehatan Anda.
  • Hindari makanan siap saji sebisa mungkin.
  • Baca label makanan kemasan. Pilih yang memiliki kandungan natrium yang relatif lebih sedikit.
  • Hentikan kebiasaan menambahkan garam ke makanan Anda tanpa mencicipinya. Kebiasaan tidak sadar ini merugikan kita lebih dari yang kita sadari.
  • Tambahkan bumbu lain ke dalam makanan. Pilihan yang baik adalah paprika, merica, kucai, atau oregano. Ini menambah rasa tanpa merusak kesehatan.
  • Jus lemon adalah pilihan lain untuk menambah rasa pada makanan.
  • Jahe, bawang putih, ketumbar, kemangi, dan mint adalah ramuan lain yang menambah rasa pada kari atau saus apa pun. Cuka juga membantu meningkatkan rasa.
  • Pilih versi saus tomat, mustard, dan saus lainnya yang dikurangi garamnya.
  • Buat salsa tomat Anda untuk menggantikan saus tomat yang dibeli di toko.
  • Pasar menawarkan garam natrium yang tidak diragukan lagi berkurang. Ini bagus jika Anda tidak memiliki penyakit ginjal karena ini menggantikan natrium dengan kalium. Bicaralah dengan dokter Anda sebelum beralih ke ini.

Kesimpulan


Kadar natrium memiliki efek jitu pada kesehatan mereka yang menderita diabetes. Bicaralah dengan ahli gizi atau dokter Anda tentang cara membatasi asupan garam Anda. Ingat, keseimbangan adalah kunci untuk menjaga kesehatan yang baik. Diabetes dan garam bukanlah kombinasi yang sehat.

Posting Komentar untuk "Diabetes dan Garam: Berapa Banyak yang Terlalu Banyak?"