Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dampak Diabetes terhadap Psikologi Anak

Dampak Diabetes terhadap Psikologi Anak


Diabetes adalah kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi orang-orang dari semua kelompok umur. Ada banyak jenis diabetes tetapi kita akan berbicara tentang dua jenis diabetes yang umum dikenal, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 sebagian besar diamati pada anak-anak dan remaja, sedangkan diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa dan juga dapat menyerang anak-anak. Bukan hanya kondisi fisik. Diabetes dan kesehatan mental seseorang sangat erat kaitannya.


Anak-anak dan Diabetes


Diabetes remaja atau diabetes tipe 1 adalah jenis diabetes yang didiagnosis pada anak-anak dan dewasa muda. Tetapi tren baru-baru ini juga menunjukkan bahwa semakin banyak orang dewasa muda dan remaja yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2 juga.


Hidup dengan Diabetes


Ketika seorang anak terdeteksi menderita diabetes, itu membawa beberapa perubahan dalam gaya hidup dan kesehatan mereka. Individu dengan diabetes tidak hanya mengalami perubahan fisik tetapi juga masalah kesehatan emosional dan mental tertentu. Stres terkait diabetes bermanifestasi sebagai masalah perilaku pada anak-anak, dewasa muda, dan orang tua dalam bentuk kecemasan, stres, dan perubahan suasana hati.


Bagaimana Perasaan Anak-anak tentang Diabetes?


Isolasi

Anak-anak dengan diabetes sering merasa bahwa mereka berbeda dari teman sebayanya. Di sekolah, mereka mungkin harus mengunjungi guru sekolah/staf medis untuk suntikan insulin, obat-obatan atau tes kadar gula darah, membuat mereka merasa tidak biasa atau terisolasi.

Penyangkalan

Sebagian besar anak-anak dan dewasa muda mengunjungi taman, mal, tempat makan, perkemahan musim panas, dan menginap, tetapi anak-anak penderita diabetes sering ditolak untuk berpartisipasi dalam kegiatan semacam itu karena orang tua terus-menerus mengkhawatirkan kesehatan anak mereka.

Depresi

Ada korelasi antara diabetes dan depresi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa anak-anak dengan diabetes berisiko lebih tinggi mengalami depresi. Sekitar 15 - 20% remaja dengan diabetes mengalami depresi terkait diabetes.

Mereka sering merasakan kesedihan, lekas marah, kurang konsentrasi, lesu, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, motivasi rendah, penurunan partisipasi dalam aktivitas dan pikiran untuk bunuh diri.

Diabetes burnout adalah keadaan rendah diri, kurang motivasi atau apa yang bisa disebut diabetes distress. Keadaan pikiran di mana seseorang merasa frustrasi dalam mengelola kadar gula darah, merasa terseret dengan melakukan semua tugas manajemen diabetes sehari-hari atau merasa kesepian karena mengalami diabetes. Ini sering menyebabkan depresi yang terkait dengan diabetes.

Depresi diabetes pada anak-anak dan dewasa muda sering mengakibatkan hasil kesehatan yang buruk seperti kontrol diabetes yang buruk, kunjungan rumah sakit yang meningkat, kepercayaan diri yang rendah, kualitas hidup yang buruk dan self-efficacy yang rendah, keyakinan bahwa mereka tidak dapat mengontrol diabetes mereka dengan baik.

Stres dan Kecemasan

Pada usia bermain-main tanpa beban, mengelola diabetes, memantau kadar gula darah, dan mempertahankan beberapa batasan untuk mengendalikan diabetes dapat membuat stres bagi anak-anak dan remaja.

Kunjungan rumah sakit dan klinik terjadwal untuk perawatan diabetes, memantau risiko dan komplikasi terkait dan mengurangi risiko atau mencegah infeksi lain dengan mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang sehat bisa menjadi terlalu berlebihan. Oleh karena itu, diabetes dan stres berjalan beriringan pada anak-anak.

Gangguan Makan

Ini adalah kelainan yang ditandai dengan perilaku makan yang tidak normal seperti pesta makan atau membatasi asupan makanan.

Pembatasan pola makan seringkali membuat penderita diabetes terlalu sadar akan berat badan, tubuh, dan asupan makanannya. Praktik pengurangan asupan makanan, peningkatan olahraga harian untuk menjaga berat badan ini seringkali berakibat pada tubuh yang tersiksa.

Anda mungkin mengamati tanda-tanda seperti penurunan berat badan, muntah, peningkatan frekuensi buang air besar setelah makan, makan terbatas, binging, melewatkan makan, dll.


Bagaimana Mengelola Kesehatan Mental Anak Penderita Diabetes?


Diabetes dapat menjadi kondisi kesehatan yang menantang secara psikologis. Dengan demikian, menerapkan strategi koping yang paling tepat dapat membantu menjaga kesehatan mental anak penderita diabetes.

Orang tua dari anak-anak penderita diabetes harus tetap berhubungan dengan guru anak-anak mereka dan memberi tahu mereka tentang kondisi kesehatan anak. Mereka juga harus membimbing guru tentang mengelola strategi jika terjadi keadaan darurat kesehatan terkait diabetes di sekolah.

Jika Anda melihat adanya perubahan pada perilaku anak Anda, Anda juga harus menghubungi psikolog anak. Para profesional dari tim layanan kesehatan mental dapat membimbing Anda dan membantu Anda mengembangkan strategi koping yang positif untuk mengelola masalah kesehatan mental terkait diabetes pada anak-anak.


Kesimpulan


Anak-anak dan dewasa muda dengan diabetes memerlukan perawatan ekstra untuk mengatasi tekanan mental akibat diabetes karena diabetes dikaitkan dengan banyak tantangan fisik dan psikologis. Beberapa tampaknya mudah diatasi, sementara yang lain merasa sulit. Oleh karena itu, pengasuh dan anak penderita diabetes harus waspada terhadap masalah kesehatan mental yang menyertai diabetes.

Posting Komentar untuk "Dampak Diabetes terhadap Psikologi Anak"