Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Unsur, dan Jenis-jenis Ekosistem

Pengertian, Unsur, dan Jenis-jenis Ekosistem


Pengertian Ekosistem


Sawah dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk ekosistem yang ada di sekitar kita. Tentunya, dalam ekosistem sawah adanya lingkungan biotik dan lingkungan abiotik, yang mana kedua lingkungan tersebut akan membentuk hubungan atau interaksi antara satu sama lain, yang pada akhirnya akan membentuk tatanan kehidupan sawah.

Tatanan kehidupan sawah dapat terlihat dari hubungan antarkomponen ekosistem sawah, contohnya serangga dan keong dapat hidup di sawah, karena memakan berbagai jenis tanaman yang ada di sawah, khususnya rumput. Rumput dapat tumbuh dengan baik bila suhu udaranya baik dan adanya air serta sinar matahari yang memadai. Hal tersebut tentunya dapat memudahkan rumput dalam melakukan proses fotosintesis.

Hubungan dan tatanan kehidupan yang ada di sawah dapat membentuk suatu ekosistem, yaitu ekosistem sawah. Sehingga ekosistem dapat diterjemahkan sebagai satu kesatuan dalam fungsional dari komponen-komponen biotik dan abiotik yang saling berhubungan atau berinteraksi antara satu sama lainnya.


Unsur-unsur Ekosistem


Berdasarkan fungsinya, ekosistem terdiri dari komponen autotrofik (makhluk hidup yang mampu mempertahankan hidupnya dengan menghasilkan makanan sendiri, seperti tanaman berdaun hijau) dan komponen heterotrofik (makhluk hidup yang bergantung pada makhluk lain, seperti hewan dan manusia).

Adapun berdasarkan penyusunannya, ekosistem terdiri dari komponen abiotik (meliputi benda mati, seperti tanah, udara, air, dan sinar matahari), produsen (berbagai jenis tanaman atau tumbuhan berdaun hijau), konsumen (meliputi karnivora, herbivora, dan omnivora), dan pengurai (seperti bakteri dan jamur).

Setiap unsur yang terdapat dalam sebuah ekosistem menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, artinya bahwa bila salah satu unsur bermasalah maka unsur-unsur lainnya akan ikut bermasalah. Misalnya, dengan adanya cacing maka dapat membantu proses penguraian dan pembusukan dedaunan dan menggemburkan tanah, jika cacing sudah tidak ada maka tanah akan menjadi tidak subur.

Semua unsur (lingkungan abiotik, produsen, konsumen, dan pengurai) saling ketergantungan, dan dapat membentuk sistem trofik. Struktur trofik suatu ekosistem dapat menentukan lintasan aliran energi dan siklus kimia, perpindahan makanan dari trofik satu ke trofik lainnya melalui proses makan dan dimakan (rantai makanan) dimulai dari produsen.


Jenis-jenis Ekosistem


Ekosistem terbagi kepada dua  jenis, yaitu ekosistem daratan dan perairan:

  • Ekosistem darat: terdiri dari komponen biotik dan abiotik, seperti hutan, padang rumput, gurun pasir, dan sebagainya yang memiliki hubungan antara satu sama lainnya. 
  • Ekosistem peraian: komponen abiotik yang paling berperan dalam ekosistem ini yaitu air, berbeda dengan ekosistem darat di mana komponen abiotik yang lebih berperan yaitu tanah. Ekosistem peraian tidak jauh berbeda dengan ekosistem darat, hal ini dikarenakan dalam ekosistem peraian juga ada komponen produsen (seperti alga atau ganggang), konsumen (seperti zooplankton, keong, dan cacing), pengurai (berupa bakteri dan jamur), dan komponen abiotik (air, udara, sinar matahari, dan suhu).

Posting Komentar untuk "Pengertian, Unsur, dan Jenis-jenis Ekosistem"