Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Penggolongan, dan Tahap-tahap Pembuatan Perjanjian Internasional

Pengertian, Penggolongan, dan Tahap-tahap Pembuatan Perjanjian Internasional


Berikut ini merupakan pengertian perjanjian internasional, penggolongan perjanjian internasional, dan tahap-tahap pembuatan perjanjian internasional:


Pengertian Perjanjian Internasional


Hubungan internasional pada dasarnya merupakan hubungan hukum, yang menunjukkan bahwa hubungan internasional telah menghasilkan hak dan kewajiban antarsubjek hukum yang saling berhubungan atau bekerja sama. Umumnya, hubungan tersebut dimulai dengan sebuah perjanjian pembukaan hubungan de facto tetap yang berujung de jure penuh yang berbentuk bilateral. Adapun pengertian perjanjian internasional menurut para ahli antara lain:

  • Kusumaatmadja, perjanjian internasional merupakan suatu perjanjian yang dibuat antarbangsa yang bermaksud untuk mewujudkan akibat-akibat hukum tertentu.
  • Lauterpacht, perjanjian internasional merupakan persetujuan antarnegara yang menciptakan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang melaksanakannya.
  • Schwarzenberger, perjanjian internasional merupakan sebuah persetujuan antara subjek-subjek hukum internasional yang menghasilkan berbagai kewajiban yang mengikat dalam hukum internasional.

Penggolongan Perjanjian Internasional


Berikut ini merupakan penggolongan perjanjian internasional:
  • Berdasarkan subjeknya: perjanjian antarnegara yang diadakan oleh banyak negara yang menjadi subjek hukum internasional, perjanjian internasional antarnegara dan subjek hukum internasional lainnya, dan perjanjian antarsesama subjek hukum internasional selain negara (antarorganisasi internasional).
  • Berdasarkan isinya: segi politis (Pakta Pertahanan dan Pakta Perdamaian), segi ekonomi (bantuan ekonomi dan keuangan), segi hukum (status kewarganegaraan, ekstradisi, dll), segi batas wilayah (laut teritorial, batas alam daratan, dll), dan segi kesehatan (masalah karantina, penanggulangan wabah penyakit, dll).
  • Berdasarkan proses pembentukannya: perjanjian penting yang dibuat melalui proses perundingan, ratifikasi, dan penandatanganan dan perjanjian sederhana yang dibuat melalui perundingan dan penandatanganan.
  • Berdasarkan fungsinya: perjanjian yang menciptakan hukum (perjanjian yang membuat ketentuan atau kaidah hukum bagi masyarakat internasional) dan perjanjian yang bersifat khusus (perjanjian yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi negara yang bersangkutan).

Tahap-tahap Pembuatan Perjanjian Internasional


Berikut ini merupakan tahap-tahap pembuatan perjanjian internasional (Wina, 1969):
  1. Perundingan: perjanjian awal antara negara satu dengan lainnya mengenai objek tertentu.
  2. Penandatanganan: dilaksanakan oleh para menteri luar negeri atau kepala pemerintahan.
  3. Pengesahan: penandatanganan terhadap perjanjian bersifat lemah dan perlu dikuatkan dengan pengesahan. Pengesahan perjanjian internasional terdiri dari: pengesahan oleh badan eksekutif, pengesahan oleh badan legislatif, dan pengesahan campuran (DPR dan Pemerintah).
Perjanjian internasional mulai berlaku pada saat: sesuai atau cocok dengan yang telah ditentukan dalam naskah perjanjian dan peserta perjanjian mengikat diri pada perjanjian.

Adapun unsur-unsur penting dalam persyaratan meliputi: perlu dinyatakan dalam bentuk formal  atau resmi dan bertujuan untuk membatasi, meniadakan, atau pun mengubah akibat hukum dari berbagai ketentuan yang tercantum dalam perjanjian.

Di samping itu, perjanjian internasional akan berlaku sejak tanggal yang telah ditentukan atau setelah persetujuan diikat dan dinyatakan oleh seluruh negara perunding. Perjanjian internasional akan berakhir bila sudah tercapai tujuan, habisnya masa berlaku perjanjian, salah satu pihak menghilang, punahnya objek perjanjian, adanya persetujuan untuk mengakhiri, dan sebagainya.

Posting Komentar untuk "Pengertian, Penggolongan, dan Tahap-tahap Pembuatan Perjanjian Internasional"