Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Konsep, Praktik, dan Tingkatan Partisipasi Politik

Pengertian, Konsep, Praktik, dan Tingkatan Partisipasi Politik


Partisipasi politik adalah bagian dari budaya politik karena adanya berbagai struktur politik dalam masyarakat, misalnya partai politik, kelompok penekan, kelompok kepentingan, dan juga media massa yang kritis dan aktif. Sehingga hal ini dapat menjadi sebuah indikator adanya hubungan rakyat dengan kegiatan politik.


Pengertian Partisipasi Politik


Partisipasi politik merupakan kegiatan individu atau kelompok untuk ikut serta secara aktif di bidang politik, misalnya ikut serta dalam memilih pimpinan negara atau berbagai upaya untuk memengaruhi kebijakan pemerintah.

Myron menjelaskan beberapa penyebab adanya gerakan ke arah partisipasi politik, antara lain:

  • Modernisasi dalam berbagai bidang kehidupan yang membuat masyarakat menuntut untuk ikut dalam kekuasaan politik.
  • Adanya perubahan struktur kelas sosial. Hal yang menyangkut dengan siapa yang berhak berpartisipasi dan pengambilan keputusan politik sangatlah penting serta dapat mewujudkan perubahan dalam pola partisipasi politik.
  • Adanya berbagai pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern.
  • Adanya konflik antarkelompok pemimpin politik, sehingga memerlukan dukungan rakyat.
  • Ikut serta pemerintah dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

Konsep Partisipasi Politik


Berikut ini merupakan beberapa konsep partisipasi politik:
  • Partisipasi politik berfokus pada berbagai cara warga negara berhubungan dengan pemerintah, warga negara mengungkapkan beragam kepentingan mereka terhadap para pejabat publik supaya dapat memenuhi kepentingan-kepentingan yang bersangkutan (oleh Keven R. Hardwick).
  • Partisipasi politik dapat dikatakan sebagai seseorang atau sekumpulan orang untuk bergabung secara aktif dalam kehidupan politik, dengan cara memilih pimpinan negara, dan memengaruhi kebijakan pemerintah (oleh Miriam Budiardjo).
  • Partisipasi politik merupakan keikutsertaan warga dalam hal memengaruhi proses pembuatan dan juga pelaksanaan keputusan politik (oleh Ramlan Surbakti).

Praktik Partisipasi Politik


Berikut ini beberapa praktik partisipasi politik:
  • Kegiatan pemilihan: memberikan suara, sumbangan untuk kampanye, bekerja dalam suatu pemilihan, mencari dukungan untuk calon, atau berbagai kegiatan yang bermaksud untuk memengaruhi hasil pemilihan.
  • Lobbying: berkaitan dengan upaya perorangan atau kelompok dalam hal menghubungi para pejabat pemerintah dan pemimpin politik, dengan tujuan untuk memengaruhi berbagai keputusan mereka menyangkut dengan masalah yang dihadapi sebagian besar warga.
  • Kegiatan organisasi: berhubungan dengan partisipasi sebagai anggota atau pejabat dalam sebuah organisasi, dengan maksud memengaruhi pengambilan keputusan pemerintah.
  • Mencari koneksi: tindakan individu yang dikhususkan untuk para pejabat pemerintah, dengan tujuan agar mendapatkan manfaat bagi dirinya atau orang terdekatnya.
  • Tindakan kekerasan: memengaruhi kebijakan pemerintah dengan cara yang dapat menimbulkan kerugian jasmani, rohani, harta benda, dan sebagainya.

Tingkatan Partisipasi Politik


Berikut ini merupakan beberapa tingkatan partisipasi politik:
  • Menduduki jabatan politik atau administratif.
  • Mencari jabatan politik atau administratif.
  • Keanggotaan aktif suatu organisasi politik.
  • Keanggotaan pasif suatu organisasi politik.
  • Keanggotaan aktif suatu organisasi semu politik.
  • Keanggotaan pasif suatu organisasi semu politik.
  • Ikut serta dalam rapat umum dan demonstrasi.
  • Ikut serta dalam diskusi politik informal minat umum dalam bidang politik.
  • Pemberian suara (voting).

Posting Komentar untuk "Pengertian, Konsep, Praktik, dan Tingkatan Partisipasi Politik"