Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Proses Sosialisasi Politik

Pengertian dan Proses Sosialisasi Politik


Sosialisasi politik dapat dikatakan sebagai bagian dari berbagai fungsi input sistem politik yang ada di negara manapun, baik yang menganut sistem politik demokratis, diktator, otoriter, ataupun sistem politik lainnya. Sosialisasi politik yaitu upaya atau tahapan pembentukan sikap dan orientasi politik pada warga negara.


Pengertian Sosialisasi Politik


Sosialisasi politik merupakan suatu proses di mana individu-individu bisa mendapatkan pengetahuan, berbagai nilai dan sikap terhadap sistem politik. Adapun pengertian sosialisasi politik menurut para ahli antara lain:

  • Almond, sosialisasi politik adalah proses di mana sikap dan pola tingkah laku politik didapatkan dan dibentuk serta menjadi sarana bagi generasi tertentu dalam menyampaikan berbagai patokan dan keyakinan politik kepada generasi selanjutnya.
  • Child, sosialisasi politik adalah proses di mana individu dituntut untuk dapat mengembangkan tingkah laku aktualnya yang dibatasi dalam sebuah jajaran yang menjadi kebiasaannya dan dapat diterima olehnya sejalan dengan standar kelompoknya.
  • Dawson, sosialisasi politik adalah pewarisan pengetahuan, berbagai nilai dan pandangan politik dari orang tua, guru, dan berbagai sarana sosialisasi lainnya bagi warga baru atau yang menginjak dewasa.
Sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar dan pola aksi. Sosialisasi tidak hanya dibatasi pada anak-anak dan remaja, namun sosialisasi dapat berlangsung seumur hidup.

Proses Sosialisasi Politik


Menurut Dennis ada empat tahap dalam hal sosialisasi politik antara lain:
  • Pengenalan otoritas melalui individu tertentu, misalnya orangtua dan anak, presiden dan polisi.
  • Perkembangan pembedaan antara otoritas internal dan otoritas eksternal (antara pejabat swasta dan pemerintah).
  • Pengenalan berbagai institusi politik yang impersonal (misalnya parlemen, pemilu, dan mahkamah agung).
  • Perkembangan pembedaan antara berbagai institusi politik dan mereka yang berhubungan dalam kegiatan yang diasosiasikan dengan berbagai institusi ini.
Di samping itu, terdapat beberapa sarana yang dapat digunakan dalam hal sosialisasi politik, seperti: keluarga (keluarga menjadi wadah yang paling efisien dalam hal penanaman nilai-nilai politik), sekolah (siswa dapat memahami nilai-nilai politik yang benar dari sudut pandang akademis), dan partai politik (setelah merekrut anggotanya, partai politik umumnya menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang menyangkut dengan politik).

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Proses Sosialisasi Politik"