Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Unsur, Fungsi, Manfaat, Jenis, dan Analisis Pembiayaan Syariah

Pengertian, Unsur, Fungsi, Manfaat, Jenis, dan Analisis Pembiayaan Syariah


Pembiayaan adalah salah satu aktivitas yang dilakukan oleh banyak bank syariah dalam hal menyalurkan dananya kepada pihak nasabah yang memerlukan dana. Pembiayaan memberikan beragam kemudahan bagi bank syariah, nasabah, dan pemerintah. Pembiayaan menyumbang keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan penyaluran dana lainnya yang dilaksanakan oleh bank syariah. Adapun pengertian, unsur, fungsi, manfaat, jenis, dan analisis pembiayaan akan dijelaskan di bawah ini:


Pengertian Pembiayaan


Pembiayaan adalah kegiatan penyaluran dana oleh pihak bank kepada pihak lain, yang biasanya dengan menggunakan beberapa ketentuan atau pun persyaratan yang sesuai dengan prinsip syariah. Pembiayaan ini didasarkan atas kepercayaan penyalur dana kepada pihak yang mengelola dana. Bank syariah mempercayai bahwa dana yang disalurkan tersebut akan dikelola dengan baik oleh pihak yang menerimanya, dan begitu juga dengan penerima dana harus berusaha sebaik mungkin untuk meraih kesuksesan dengan dana yang diterima tersebut, supaya dia dapat memberikan bagi hasil kepada pihak bank.


Unsur-unsur Pembiayaan


Adapun unsur-unsur pembiayaan terdiri dari:

  • Bank syariah, badan usaha yang menyalurkan dana kepada pihak lain yang memerlukan dana.
  • Mitra usaha/partner, pihak yang menerima pembiayaan dari bank syariah.
  • Kepercayaan (trust), pemberian dana dilakukan atas dasar kepercayaan bahwa mitra usaha tidak berkhianat, artinya bahwa mitra akan berusaha dengan baik dan memenuhi kewajibannya dengan bank.
  • Akad, perjanjian yang dilakukan antara pihak bank dengan nasabah/mitra.
  • Risiko, kemungkinan tidak kembalinya dana.
  • Jangka waktu, seberapa lama nasabah dapat mengembalikan dana yang diterima kepada bank.
  • Balas jasa, nasabah membayar balas jasa kepada bank sesuai dengan akad yang telah disepakati.

Fungsi Pembiayaan


Ada beberapa fungsi utama dari pembiayaan, antara lain:
  • Pembiayaan yang dilakukan dapat meningkatkan arus tukar-menukar barang dan jasa.
  • Pembiayaan adalah alat yang digunakan untuk memanfaatkan kelebihan dana.
  • Pembiayaan juga dapat berfungsi sebagai alat untuk pengendalian harga.
  • Pembiayaan dapat meningkatkan manfaat ekonomi yang ada.

Manfaat Pembiayaan


Pembiayaan tentu saja menawarkan beragam manfaat, baik itu bagi bank, debitur pemerintah, dan masyarakat luas:

Manfaat Pembiayaan bagi Bank


Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh bank jika melakukan kegiatan pembiayaan:
  • Bank akan mendapatkan balas jasa dalam bentuk bagi hasil, margin keuntungan, dan juga pendapatan sewa, atau dalam kata lain sesuai dengan jenis skema atau prinsip yang digunakan.
  • Dapat meningkatkan profitabilitas bank.
  • Dapat memasarkan produk bank syariah lainnya, misalnya produk dana dan jasa.
  • Meningkatkan kemampuan pegawai untuk lebih mengerti secara lebih mendalam usaha yang dijalankan oleh nasabah pembiayaan.

Manfaat Pembiayaan bagi Debitur


Adapun manfaat yang bisa didapatkan oleh debitur antara lain:
  • Dapat meningkatkan atau memperbesar usaha nasabah, hal ini dikarenakan dana yang diperoleh dari bank dapat digunakan untuk membeli bahan baku, mesin, dan peralatan.
  • Biaya untuk mendapatkan pembiayaan dari bank tergolong murah jika dibandingkan dari sumber lain.
  • Nasabah dapat memilih akad yang sesuai dengan kebutuhannya.
  • Dapat melakukan transfer dengan menggunakan wakalah, hawalah, kafalah, dan sebagainya.
  • Jangka waktu pembiayaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah.

Manfaat Pembiayaan bagi Pemerintah


Inilah beberapa manfaat yang dapat diterima oleh pihak pemerintah:
  • Pembiayaan berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan sektor riil.
  • Pembiayaan juga menjadi alat pengendali moneter.
  • Dapat menciptakan lapangan kerja baru dan secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
  • Setelah meningkatnya pendapatan masyarakat, maka dapat berpengaruh pada peningkatan pendapatan negara.

Manfaat Pembiayaan bagi Masyarakat Luas


Berikut ini merupakan beberapa manfaat pembiayaan bagi masyarakat luas:
  • Mengurangi tingkat pengangguran.
  • Melibatkan masyarakat yang mempunyai profesi atau skil tertentu.
  • Pemilik dana tentu saja akan memperoleh bagi hasil dari bank.

Jenis-jenis Pembiayaan


Pembiayaan yang dilakukan bank syariah terbagi kepada beberapa jenis antara lain:
  • Jika dilihat dari tujuan penggunaannya: pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan konsumsi.
  • Jangka waktunya: pembiayaan jangka pendek, pembiayaan jangka menengah, dan pembiayaan jangka panjang.
  • Sektor usahanya: sektor industri, sektor perdagangan, sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, sektor jasa, dan sektor perumahan.
  • Dari segi jaminannya: pembiayaan dengan jaminan (jaminan perorangan, jaminan benda berwujud, dan jaminan benda tidak berwujud) dan pembiayaan tanpa jaminan.
  • Dilihat dari jumlahnya: pembiayaan retail, pembiayaan menengah, dan pembiayaan korporasi.

Analisis Pembiayaan


Ada dua jenis analisis yang sering digunakan oleh bank syariah dalam hal pembiayaan, yaitu analisis 5C dan 6A.
  1. Analisis 5C: Character (BI Checking dan informasi dari pihak lain), Capacity (melihat laporan keuangan, memeriksa slip gaji dan rekening tabungan, dan survei ke lokasi usaha calon nasabah), Capital (laporan keuangan calon nasabah dan uang muka), Collateral (marketability, ascertainability of value, stability of value, dan transferability), dan Condition of Economy (kebijakan pemerintah, dan beberapa hal lain).
  2. Analisis 6A: Analisis Aspek Hukum, Analisis Aspek Pemasaran (produk yang dipasarkan, pangsa pasar, pesaing, dan strategi pemasaran), Analisis Aspek Teknis (lokasi pabrik, layout pabrik, proses produksi, ketersediaan bahan baku, ketersediaan tenaga kerja dan kualitasnya), Analisis Aspek Manajemen (struktur organisasi, job description, sistem dan prosedur, penataan sumber daya manusia, pengalaman usaha, dan management skill), Analisis Aspek Keuangan (liquidity, solvability, profitability, dan analisis sumber dan penggunaan dana) dan Analisis Aspek Sosial-Ekonomi (dampak yang ditimbulkan perusahaan terhadap lingkungan, pengaruh perusahaan terhadap lapangan kerja, pengaruh perusahaan terhadap pendapatan negara, dan lain sebagainya).
Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Unsur, Fungsi, Manfaat, Jenis, dan Analisis Pembiayaan Syariah"