Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Tindakan, dan Konsep Interaksi Sosial

Pengertian, Tindakan, dan Konsep Interaksi Sosial


Interaksi sosial menjadi hal yang utama dari semua kehidupan sosial, jika tidak adanya interaksi sosial maka tidak adanya kehidupan bersama. Adapun bentuk-bentuk dari interaksi sosial seperti kerja sama, persaingan, dan termasuk juga pertentangan atau pertikaian.  Atau tepatnya dapat dikatakan, interaksi berawal dari kerja sama, kemudian muncul persaingan, dan terakhir terjadilah pertikaian. Adapun pengertian, tindakan, dan konsep interaksi sosial akan dijelaskan di bawah ini:


Pengertian Interaksi Sosial


Keinginan manusia untuk hidup bersama dapat menimbulkan interaksi sosial, dan dari interaksi inilah seseorang dapat meminta bantuan dari orang lain dalam hal memenuhi kebutuhannya atau bahkan sebaliknya. Interaksi sosial tidak selalu berdampak positif, ada juga interaksi yang berujung pada konflik, tergantung pada interaksinya. Interaksi sosial juga dapat dikatakan sebagai kunci utama terjadinya berbagai aktivitas sosial.

Interaksi sosial adalah hubungan yang dinamis, baik itu mengenai hubungan antarindividu, antarkelompok, ataupun individu dengan kelompok. Blumer berpendapat bahwa proses interaksi sosial terjadi ketika manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar manfaat yang dikandung oleh sesuatu tersebut bagi kehidupannya. Interaksi sosial dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja, melalui berbagai kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh manusia.


Tindakan Sosial


Weber mendefinisikan tindakan sosial sebagai tindakan individu selama tindakan tersebut dapat menawarkan manfaat bagi dirinya dan ditujukan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. Adapun tindakan individu terhadap benda mati, tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan sosial. Lebih tepatnya, tindakan sosial terdiri dari dua atau lebih orang yang saling berinteraksi atau berhubungan. Baik buruknya suatu tindakan tergantung pada lingkungan dan bagaimana cara seseorang dalam bergaul atau berinteraksi.

Parsons mengatakan bahwa tindakan sosial sering dipengaruhi oleh orientasi berikut:

  • Orientasi motivasional (bersifat pribadi yang menyatakan bahwa individu bertindak untuk memenuhi kebutuhan hidup).
  • Orientasi nilai yang bersifat sosial (orientasi yang berkaitan dengan standar-standar normatif: wujud agama dan tradisi setempat).
Berikut ini merupakan beberapa jenis tindakan sosial:
  • Tindakan sosial instrumental (tindakan yang memperhatikan kesesuaian cara dan tujuan yang hendak dicapai).
  • Tindakan sosial berorientasi nilai (manfaat dan tujuan dianggap sesuatu yang sangat penting dalam hidup).
  • Tindakan sosial tradisional (mengacu pada kebiasaan, adat, dan tradisi).
  • Tindakan sosial afektif (didominasi oleh perasaan, bersifat reflek, dan tidak adanya pertimbangan penalaran).

Konsep Interaksi Sosial


Interaksi sosial timbul jika seseorang melakukan tindakan yang dapat menarik perhatian orang lain. Gerungan menyatakan interaksi sosial sebagai sebuah hubungan yang terjadi antara dua orang atau lebih di mana seseorang dapat memengaruhi, mengubah, atau memperbaiki perilaku orang lain, atau pun sebaliknya.

Syarat Interaksi Sosial


Berikut beberapa syarat terjadinya interaksi sosial:
  • Kontak sosial: berdasarkan bentuknya (kontak antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok), berdasarkan caranya (kontak langsung dan kontak tidak langsung), dan berdasarkan sifatnya (kontak positif dan kontak negatif).
  • Komunikasi: komunikasi lisan (menggunakan kata-kata yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak) dan komunikasi non verbal (dengan menggunakan gerak-gerik badan, bahasa isyarat, atau dengan teknik tertentu). Syarat-syarat komunikasi (ada pihak pengirim pesan, pihak yang menerima pesan, isi atau maksud yang akan disampaikan, dan tanggapan dari penerima pesan).

Ciri-ciri Interaksi Sosial


Interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Pelakunya lebih dari satu pihak.
  • Terdapat komunikasi di antara para pihak melalui kontak sosial.
  • Memiliki maksud dan tujuan yang dapat dipahami.
  • Adanya dimensi waktu yang dapat menentukan sikap aksi yang sedang berjalan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial


Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi interaksi sosial menurut Soekanto, antara lain:
  • Imitasi (kegiatan belajar dengan cara meniru atau mengikuti perilaku atau kelakuan orang lain).
  • Sugesti (memengaruhi pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara khusus).
  • Identifikasi (keinginan seseorang untuk menjadi seperti orang yang diidolakan atau ditiru).
  • Simpati (perasaan tertarik seseorang yang membuatnya merasa berada dalam posisi orang lain).
  • Motivasi (suatu keadaan yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu).
  • Empati (keadaan mental seseorang yang merasa dirinya dalam keadaan perasaan yang sama dengan orang lain).

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Tindakan, dan Konsep Interaksi Sosial"