Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Teori Evolusi, Struktural Fungsionalisme, Konflik, dan Pertukaran Sosial

Pengertian Teori Evolusi, Struktural Fungsionalisme, Konflik, dan Pertukaran Sosial


Teori sangatlah penting bagi kehidupan, karena pada dasarnya teori berguna untuk mengkaji kehidupan bersama dalam masyarakat. Teori adalah serangkaian konsep, pengertian, dan proposisi yang saling berhubungan dan menghasilkan suatu tinjauan sistematis terhadap fenomena yang ada. Adapun pengertian teori evolusi, struktural fungsionalisme, konflik, dan pertukaran sosial akan dijelaskan di bawah ini:


Pengertian Teori Evolusi


Pada dasarnya, teori evolusi menganggap bahwa perubahan sosial adalah gerakan searah seperti halnya garis lurus. Perkembangan masyarakat dimulai dari yang primitif menuju masyarakat yang maju atau modern. Tentunya, perubahan dari masyarakat primitif menjadi masyarakat modern tidak dapat dihindari, hal ini dikarenakan bentuk masyarakat modern atau maju adalah sebuah harapan atau cita-cita. Teori evolusi muncul pada awal abad ke-19 sesaat sesudah revolusi industri dan revolusi Prancis.


Pengertian Teori Struktural Fungsionalisme


Teori struktural fungsionalisme adalah suatu pertumbuhan dari teori organismik. Teori ini berupaya untuk menjelaskan kehidupan masyarakat dengan cara menganalogikannya dari kehidupan organik (kehidupan organisme hidup). Dalam hal ini masyarakat dipandang sebagai suatu kesatuan yang saling bekerja sama secara terorganisir dan terstruktur dan juga mempunyai segenap aturan dan nilai.

Talcott Parsons menyatakan bahwa masyarakat tidak jauh berbeda dengan organ tubuh manusia, karena memiliki bagian yang saling berhubungan dan juga masing-masing bagiannya memiliki fungsi yang jelas dan spesifik.

Struktural fungsional dapat juga dikatakan sebagai pendekatan teori sosiologi yang memahami masyarakat sebagai unit-unit sosial yang lumayan stabil dan menyesuaikan ke dalam sistem secara menyeluruh.

Teori struktural fungsional memiliki ciri-ciri khas, seperti yang dikemukakan oleh Van Den Berghe berikut:

  • Masyarakat harus dipelajari atau dianalisis karena merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berkaitan.
  • Adapun hubungan sebab akibatnya berbentuk jamak dan timbal balik.
  • Sistem sosial berada dalam posisi yang seimbang dan dinamis.
  • Setiap sistem mengandung penyimpangan akan tetapi dapat ditangani melalui institusionalisasi.
  • Perubahan yang terjadi agak lambat dan juga berupa penyesuaian atas perubahan revolusioner.

Pengertian Teori Konflik


Teori konflik menyatakan bahwa perubahan yang terjadi di dalam masyarakat disebabkan oleh konflik. Adapun teori Dahrendorf lebih mengarah pada kelompok kepentingan konflik yang berkaitan dengan ideologi, komunikasi, dan kepemimpinan. Teori ini juga menyangkut dengan penolakan dan penerimaan sebagian teori Karl Marx yang menjelaskan bahwa kaum borjuis merupakan pemilik dan pengelola sistem kapitalis, adapun para pekerja tergantung pada sistem tersebut. Pendekatan Ralf Dahrendorf menganggap bahwa seluruh sistem sosial itu dikoordinasikan secara imperatif (berdasarkan fungsi pokok).

Pengertian Teori Pertukaran Sosial


Teori ini menjelaskan bahwa hubungan pertukaran yang dilakukan oleh seseorang dengan orang lain dapat menghasilkan suatu imbalan atau keuntungan. Imbalan atau keuntungan adalah wujud dari pengorbanan (biaya). Teori ini memandang bahwa antara perilaku dengan lingkungan memiliki hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal).

Umumnya dalam lingkungan kita juga terdapat orang lain, sehingga kita dan orang lain dianggap memiliki perilaku yang saling mempengaruhi, seperti halnya pola perilaku di tempat kerja, perkawinan, pendidikan, persahabatan, dan lainnya. Di mana hubungan tersebut akan terus ada jika setiap pihak merasa tidak dirugikan, atau dalam kata lain sama-sama dapat mengambil hikmah ataupun manfaat dari hubungan tersebut.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian Teori Evolusi, Struktural Fungsionalisme, Konflik, dan Pertukaran Sosial"