Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Tanda-tanda, dan Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar

Pengertian, Tanda-tanda, dan Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar


Beriman kepada qada dan qadar menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami, baik itu mengenai pengertiannya, tanda-tanda orang yang beriman kepada qada dan qadar, dan juga hikmah dari beriman kepada qada dan qadar.


Pengertian Beriman kepada Qada dan Qadar


Qada adalah salah satu bentuk ketentuan atau ketetapan yang akan terjadi pada masa yang akan datang, dan semua itu hanyalah Allah yang dapat menentukan dan menetapkannya. Sedangkan qadar adalah wujud dari ketentuan atau ketetapan Allah SWT., yang biasa disebut dengan takdir (keadaan yang menimpa hamba Allah).

Kata qadar dalam Al-Qur'an dapat dipahami sebagai suatu ketentuan umum yang dibuat oleh Allah untuk menjadi dasar alam ini dengan hubungan sebab akibat, dan hal itu telah menjadi sunnatullah (undang-undang alam) yang abadi, yang menyiratkan bahwa manusia juga terlibat pada sunnatullah itu. Ketentuan yang berlaku pada setiap hamba Allah, baik yang sudah atau yang belum terjadi, semua di bawah kekuasaan Allah.

Setiap makhluk diciptakan atas dasar kehendak dan ketentuan Allah sesuai dengan hukum-hukum yang ditetapkan untuk alam ini. Qada berhubungan dengan undang-undang, hukum, peraturan, dan ketetapan Allah yang berlaku atas semua hamba-Nya, sementara qadar berhubungan dengan pelaksanaan dari rencana Allah SWT., atas hukum dan ketetapan-Nya.


Macam-macam Takdir


Secara umum, takdir dibagi menjadi dua bagian, yaitu takdir muallaq dan mubram.


Takdir Muallaq


Takdir muallaq adalah qada dan qadarnya Allah yang masih dipertimbangkan atau digantungkan pada usaha atau ikhtiar seorang hamba, atau dalam kata lain merupakan takdir yang dapat diubah sesuai dengan kerja keras dan usaha manusia atas dasar izin dan kehendak Allah SWT. Adapun contoh takdir muallaq seperti keinginan seseorang untuk kaya, pintar, atau pun sehat, di mana jika keinginan tersebut diiringi dengan usaha dan kerja keras maka Allah akan memudahkan atau memberi jalan untuk mencapainya.


Takdir Mubram


Takdir mubram adalah qada dan qadar yang sudah tidak dapat diubah atau dinegosiasikan lagi oleh manusia, meskipun diiringi dengan ikhtiar dan tawakal. Contoh dari takdir mubram seperti kematian seseorang, bila sudah datang waktunya maka tidak dapat ditunda ataupun dipercepat. Hal ini sejalan dengan QS. Al-'Araf ayat 34.


Tanda-tanda Beriman kepada Qada dan Qadar


Secara sederhana, tanda-tanda orang yang beriman kepada qada dan qadar dapat tercermin dari beberapa sikap atau tindakan berikut:

  • Mempercayai dan mengakui bahwa segala sesuatu yang didapatkan dan dialami oleh manusia, baik itu berupa nikmat maupun musibah pada dasarnya merupakan kehendak atau ketentuan Allah SWT.
  • Orang yang beriman kepada takdir memahami bahwa apa pun kendala yang menimpanya, maka ia terus menjalani kehidupan sebagaimana mestinya, dan terus berikhtiar dan bertawakal kepada Allah SWT., supaya mendapatkan nikmat dan terhindar dari berbagai musibah.
  • Selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang memiliki kekuasaan, kekuatan, kehendak mutlak, kebijaksanaan, dan juga kasih sayang kepada seluruh ciptaan-Nya.
  • Selalu berusaha dengan penuh semangat demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar


Allah mewajibkan manusia untuk beriman kepada qada dan qadar, karena dengan beriman kepada qada dan qadar banyak sekali hikmah yang dapat kita petik, di antaranya yaitu:
  • Meningkatkan kesadaran bahwa alam semesta dan segala yang dikandungnya berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan Allah SWT.
  • Dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT., hal ini dikarenakan beriman kepada takdir dapat memunculkan kesadaran bahwa setiap sesuatu yang terjadi di alam semesta merupakan atas dasar izin dan kehendak Allah.
  • Membentuk sikap dan perilaku terpuji, misalnya melatih kesabaran dan meningkatkan rasa syukur.
  • Mencegah seseorang dari memelihara sifat tercela: kufur nikmat, sombong, iri hati, pesimis, dengki, dan lain sebagainya.
  • Menggerakkan hati manusia untuk terus beriman dan terus mendekatkan diri kepada Allah yang memiliki kekuasaan, kebijaksanaan, keadilan, dan kasih sayang kepada seluruh makhluk-Nya.
  • Mengarahkan manusia untuk terus berusaha dan beramal dengan giat, demi mencapai kehidupan yang bahagia.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Tanda-tanda, dan Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar"