Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Proses Terjadinya, Faktor Pendorong, dan Sifat Stratifikasi Sosial

Pengertian, Proses Terjadinya, Faktor Pendorong, dan Sifat Stratifikasi Sosial


Tak hanya dalam masyarakat modern, stratifikasi sosial juga telah ada dalam masyarakat bertaraf budaya yang sederhana. Hal ini dapat ditandai oleh adanya pemimpin dan yang dipimpin, majikan dan pembantu, dan golongan budak dengan bukan budak. Adapun pengertian, proses terjadinya, faktor pendorong, dan sifat stratifikasi sosial akan dijelaskan di bawah ini:


Pengertian Stratifikasi Sosial


Stratifikasi berasal dari kata stratum yang berarti tingkatan, sementara sosial berasal dari kata socius yang berarti masyarakat. Sehingga stratifikasi sosial dapat diterjemahkan sebagai tingkatan yang terdapat dalam masyarakat. Adapun pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli antara lain:

  • Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk ke dalam berbagai kelas secara bertingkat.
  • Bruce J. Cohen, stratifikasi sosial adalah sebuah sistem yang menempatkan seseorang berdasarkan kualitas yang dimiliki.
  • Max Weber, stratifikasi sosial adalah penggolongan orang ke dalam berbagai lapisan hierarkis sesuai kekuasaan, privillege, dan prestise.
  • P.J. Bouman, stratifikasi sosial adalah kelompok manusia yang dapat ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran terhadap beberapa hak istimewa.
  • Hendropuspito, stratifikasi sosial adalah suatu tatanan yang bersifat vertikal mengenai berbagai lapisan sosial sesuai dengan tinggi rendahnya kedudukan.
  • Cuber, stratifikasi sosial adalah suatu pola yang diletakkan di atas kategori dari berbagai hak yang berbeda.
  • Soerjono Soekanto, stratifikasi sosial adalah pembedaan kedudukan seseorang dalam kelas yang berbeda secara vertikal.

Proses Terjadinya Stratifikasi Sosial


Stratifikasi sosial dapat terjadi ketika manusia hidup bersama dalam organisasi sosial dan juga dengan adanya sesuatu yang dihargai, misalnya kekayaan, kecerdasan, kekuasaan, profesi, dan sebagainya. Stratifikasi sosial menurut terjadinya terdiri dari:
  • Terjadi dengan sendirinya atau tanpa disengaja, adapun ukuran yang digunakan yaitu: kepandaian seseorang, tingkat umur, sifat keaslian, harta, dan adanya pertentangan dalam masyarakat. Contohnya seperti masyarakat kerajaan, di mana keturunan raja akan mendapatkan kedudukan tertinggi.
  • Terjadi karena sengaja disusun demi mencapai tujuan tertentu, umumnya berhubungan dengan pembagian kekuasaan dalam sebuah organisasi formal, seperti perusahaan, partai politik, pemerintah, dan angkatan bersenjata. Adapun penentuan kedudukannya dilakukan dengan cara berikut: upacara peresmian, pemberian lambang, pemberian pangkat, pemberian gaji sesuai pangkat, dan kekuasaan yang diikuti dengan beberapa pembatasan dalam pelaksanaannya.

Faktor Pendorong Stratifikasi Sosial


Stratifikasi sosial dapat timbul karena ada sesuatu yang dianggap penting dan dihargai dalam masyarakat. Selama pandangan tersebut masih ada, maka stratifikasi sosial akan terus ada. Ada beberapa hal yang dianggap berharga, misalnya kekuasaan, ilmu pengetahuan, keturunan, pekerjaan, kesalehan, uang, tanah, benda-benda bernilai ekonomis, dan sebagainya.

Koentjaraningrat menyatakan ada beberapa hal yang dapat mendorong terjadinya stratifikasi sosial, yaitu: kekuasaan dan pengaruhnya, kualitas dan kecerdasan, pangkat dan jabatan, kekayaan harta benda, perbedaan umur, sifat keaslian, dan keanggotaan kaum kerabat kepala masyarakat.

Max Weber menyebutkan beberapa ciri stratifikasi sosial antara lain: persamaan dalam hal peluang untuk hidup atau nasib, dimensi kehormatan, dan kekuasaan yang dimiliki. Umumnya pembentukan stratifikasi sosial mengacu pada beberapa kriteria berikut: ukuran kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan.

Sifat Stratifikasi Sosial


Soerjono Soekanto menyatakan bahwa berdasarkan sifatnya stratifikasi sosial dibagi menjadi:
  • Stratifikasi sosial tertutup: membatasi adanya perpindahan seseorang dari lapisan satu ke yang lainnya, baik itu bersifat meningkat ataupun menurun. Stratifikasi sosial jenis ini terdapat pada masyarakat berkasta dan feodal. Sistem kasta memiliki ciri-ciri seperti keanggotaannya didapatkan karena warisan atau kelahiran, berlaku seumur hidup, perkawinan bersifat endogami, terbatasnya hubungan sosial dengan kelompok lainnya, kasta terikat oleh kedudukan yang secara tradisional telah ditentukan, dan prestise suatu kasta sangat diperhatikan. Sementara sistem feodal memiliki ciri-ciri seperti: raja dan kaum bangsawan menjadi pusat kekuasaan, raja dan kaum bangsawan menduduki lapisan utama, dan rakyat harus mengabdi pada raja dan kaum bangsawan.
  • Stratifikasi sosial terbuka: memberikan kesempatan bagi anggota masyarakat untuk meningkatkan kedudukan atau status sosial sesuai dengan kecakapan dan anggota masyarakat yang kurang beruntung akan turun ke status sosial yang rendah. Stratifikasi sosial terbuka terbentuk karena adanya perbedaan ras dan sistem nilai budaya (adat istiadat), pembagian tugas (spesialisasi), dan kelangkaan hak dan kewajiban.
  • Stratifikasi sosial campuran: kombinasi atau gabungan antara stratifikasi sosial tertutup dengan stratifikasi sosial terbuka. Sehingga kemungkinan adanya penurunan atau kenaikan kedudukan berlaku.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Proses Terjadinya, Faktor Pendorong, dan Sifat Stratifikasi Sosial"