Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Proses, Fungsi, Faktor, Ciri, Syarat, dan Unsur-unsur Lembaga Sosial

Pengertian, Proses, Fungsi, Faktor, Ciri, Syarat, dan Unsur-unsur Lembaga Sosial


Lembaga sosial berperan penting bagi kehidupan masyarakat, karena dengan adanya lembaga sosial masyarakat lebih memahami bagaimana bertingkah laku ataupun bersikap yang baik dalam memenuhi kebutuhan hidup, menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan, dan menjadi acuan dalam melakukan pengendalian sosial. Adapun pengertian, proses, fungsi, faktor, ciri, syarat, dan unsur-unsur lembaga sosial dijelaskan di bawah ini:


Pengertian Lembaga Sosial


Lembaga sosial mengacu pada unsur-unsur yang berada dalam masyarakat. Lembaga dapat dikatakan sebagai badan atau wujud nyata dari norma. Lembaga adalah sebuah sistem norma untuk memenuhi tujuan kegiatan penting masyarakat atau dapat juga dikatakan sebagai sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan yang berhubungan dengan kegiatan utama manusia. Lembaga merupakan kumpulan proses yang terstruktur atau tersusun untuk menjalankan kegiatan tertentu.

Berikut ini merupakan pengertian lembaga sosial menurut para ahli:

  • Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, lembaga sosial adalah sebuah sistem norma untuk menggapai tujuan atau kegiatan yang penting atau sekumpulan kebiasaan atau tata kelakuan yang berkaitan dengan kegiatan pokok manusia.
  • Bruce J. Cohen, lembaga sosial adalah sistem pola sosial yang tertata rapi dan secara relatif bersifat permanen dan memiliki perilaku tertentu yang kuat dan terpadu demi pemenuhan kebutuhan pokok manusia.
  • Koentjaraningrat, lembaga sosial adalah sebuah sistem norma khusus yang menyusun serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan tertentu dalam kehidupan masyarakat.

Proses Terjadinya Lembaga Sosial


Proses terjadinya lembaga sosial terbagi kepada dua yaitu proses pelembagaan (institusionalisasi) dan internalisasi/internalized. Proses pelembagaan adalah proses yang dilalui oleh sebuah norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian salah satu lembaga sosial. Proses pelembagaan juga dapat dikatakan sebagai proses penggantian berbagai tindakan spontan dengan perilaku yang diharapkan, diatur, dipolakan, maupun diramalkan.

Sementara itu, proses internalisasi/internalized adalah sebuah proses di mana norma-norma kemasyarakatan tidak hanya terbatas pada pelembagaan saja, namun juga masuk dalam jiwa anggota-anggota masyarakat.

Fungsi Lembaga Sosial


Terdapat beberapa fungsi lembaga sosial, antara lain yaitu:
  • Memberikan pedoman atau acuan kepada anggota masyarakat mengenai cara bertingkah laku dalam mencari nafkah.
  • Menjaga dan memastikan bahwa masyarakat memiliki hubungan yang baik antara satu sama lain, dan mencegah terjadinya pertikaian atau perpecahan.
  • Memberikan landasan hukum dalam melakukan pengendalian sosial, sanksi-sanksi harus diberikan jika adanya pelanggaran terhadap hukum atau norma-norma yang telah diatur, hal ini bertujuan untuk mewujudkan tertib sosial.

Faktor Pendorong Terbentuknya Lembaga Sosial


Lembaga sosial dapat terbentuk karena beberapa faktor pendorong berikut:
  • Adanya keinginan atau dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan pokok, sosial, ataupun integratif.
  • Adanya keyakinan untuk mewujudkan efisiensi kerja dari setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga sosial untuk mewakilinya.
  • Terbatasnya benda-benda pemuas kebutuhan, sehingga diperlukan lembaga sosial untuk mengelola setiap pemenuhan kebutuhan.
  • Adanya harapan untuk hidup dalam keadaan yang lebih baik di masa depan.

Ciri-ciri/Karakteristik Lembaga Sosial


John Conen menjelaskan beberapa ciri lembaga sosial sebagai berikut:
  • Lembaga sosial memiliki tujuan utama memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
  • Memiliki nilai pokok yang berasal dari anggotanya.
  • Terdapat pola-pola perilaku permanen yang menjadi bagian dari tradisi kebudayaan dan disadari anggotanya.
  • Terdapat ketergantungan antarlembaga sosial, artinya jika ada perubahan pada lembaga satu, maka akan mempengaruhi lembaga sosial lainnya.
  • Disusun dan dikelola secara sempurna di sekitar rangkaian pola, nilai, norma, dan perilaku yang diinginkan.
  • Ide-ide lembaga sosial biasanya diterima oleh masyarakat.
  • Memiliki bentuk tata krama perilaku.
  • Memiliki simbol-simbol kebudayaan tertentu.
  • Memiliki ideologi sebagai dasar atau orientasi kelompoknya.

Syarat-syarat Lembaga Sosial


Berikut ini merupakan syarat-syarat lembaga sosial:
  • Tata kelakuan yang baku, yang dapat berbentuk norma-norma dan adat istiadat baik tertulis atau tidak tertulis.
  • Berbagai kelompok masyarakat yang menjalankan kegiatan bersama dan saling berhubungan menurut sistem norma-norma tersebut.
  • Sebuah pusat kegiatan yang bermaksud untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan tertentu, yang dipahami oleh berbagai kelompok terkait.
  • Memiliki perlengkapan dan peralatan.
  • Sistem aktivitas didasarkan pada kelompok-kelompok terkait dalam suatu masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

Unsur-unsur Lembaga Sosial


Horton dan Hunt menjelaskan beberapa unsur lembaga sosial sebagai berikut:
  • Unsur budaya simbolik, seperti cincin kawin dalam lembaga keluarga.
  • Unsur budaya yang bersifat manfaat, seperti rumah atau kendaraan dalam lembaga keluarga.
  • Kode spesifikasi, baik secara lisan maupun tulisan, seperti akta atau ikrar nikah dalam lembaga keluarga.
  • Pola perilaku, seperti pemberian perlindungan dalam lembaga keluarga.
  • Ideologi, seperti halnya cinta dan kasih sayang dalam lembaga keluarga.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Proses, Fungsi, Faktor, Ciri, Syarat, dan Unsur-unsur Lembaga Sosial"