Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Prinsip Keadilan, Hikmah, dan Perundang-undangan Waris di Indonesia

Pengertian, Prinsip Keadilan, Hikmah, dan Perundang-undangan Waris di Indonesia


Islam telah mengatur sedemikian rupa mengenai tata cara pembagian warisan yang adil, hal ini bertujuan agar tidak terjadinya masalah seperti perpecahan, pertikaian, atau bahkan pertumpahan darah antarsaudara.


Pengertian Mawaris


Mawaris merupakan jamak dari kata miras, yang berarti harta peninggalan orang yang meninggal dunia dan kemudian diwarisi oleh ahli warisnya dan disebut sebagai harta warisan. Atau dalam kata lain mawaris adalah kegiatan membagi-bagikan harta orang yang sudah meninggal dunia kepada ahli warisnya.

Sementara itu, ilmu mawaris adalah ilmu yang dimanfaatkan untuk mengetahui orang yang berhak dan tidak berhak menerima harta warisan, jumlah yang harus dibagikan kepada masing-masing ahli waris, dan cara pembagiannya.

Adapun hukum mempelajari ilmu mawaris adalah fardu kifayah, artinya jika di suatu tempat sudah ada sebagian orang yang mempelajarinya, maka gugurlah kewajiban sebagian lainnya. Apabila di suatu tempat tersebut tidak ada satupun yang mempelajarinya, maka semua orang yang ada ditempat tersebut akan berdosa.


Rukun dan Syarat Waris


Rukun dan syarat waris umumnya terdiri dari tiga hal yaitu muwaris, waris, dan maurus.

  1. Muwaris adalah orang yang meninggal dunia (baik secara hakiki ataupun hukmi).
  2. Waris adalah orang yang akan menerima harta warisan dan berhak untuk itu karena beberapa sebab yang sah (hubungan nasab, perkawinan, atau hak perwalian).
  3. Maurus adalah harta peninggalan setelah dikurangi biaya perawatan jenazah, melunasi utang, dan pelaksanaan wasiat yang tidak lebih dari sepertiga.

Prinsip Keadilan dalam Hukum Waris


Dalam hukum waris Islam, pembagian harta waris tentu saja didasari oleh prinsip-prinsip keadilan. Dengan adanya prinsip keadilan, maka dapat mencegah terjadinya kerugian salah satu ahli waris. Adapun prinsip keadilan dalam hukum waris Islam antara lain:
  • Semua ahli waris yang memiliki hubungan darah secara langsung dengan pewaris (ibu, ayah, anak laki-laki, dan anak perempuan) sudah pasti akan mendapatkan harta warisan.
  • Istri mendapat bagian dari harta peninggalan suaminya dan suami juga mendapatkan bagian dari harta peninggalan istrinya.
  • Anak laki-laki mendapat bagian dari harta warisan dua kali lipat dari bagian anak perempuan, hal ini dikarenakan kewajiban dan tanggung jawab anak laki-laki lebih besar dibandingkan anak perempuan.

Hikmah Mawaris


Mawaris termasuk ke dalam salah satu pengetahuan yang sangat penting untuk dipelajari selaku kita sebagai seorang muslim. Adapun hikmah disyariatkannya mawaris yaitu:
  • Sebagai bukti ketaatan dan ketakwaan kita kepada hukum Allah.
  • Menjaga ketentraman dan keharmonisan hubungan keluarga.
  • Menjadi sarana dalam hal menegakkan keadilan.
  • Memastikan bahwa anak dan keluarga yang ditinggalkan tidak berada dalam penderitaan atau kesengsaraan.

Perundang-undangan Waris di Indonesia


Peraturan perundang-undangan warisan Islam disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Secara khusus, Undang-undang No 7 Tahun 1989 mengatur hak orang Islam dalam pembagian harta warisan dan juga peranan peradilan agama dalam penetapan harta warisan.
  • Hak orang Islam dalam pembagian harta warisan ada dalam Pasal 176-183.
  • Peranan peradilan agama dalam penetapan warisan terdapat dalam UU No 7 Tahun 1989 Pasal 187 Ayat 1 dan 2.
  • Perundang-undangan waris mengacu pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No 154 Tahun 1991 mengenai Pelaksanaan Intruksi Presiden Republik Indonesia No 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam di bidang Hukum Perkawinan, Kewarisan, dan Perwakafan.
  • Perundang-undangan waris di Indonesia ada dalam Kompilasi Hukum Islam Buku II Hukum Kewarisan.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Prinsip Keadilan, Hikmah, dan Perundang-undangan Waris di Indonesia"