Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Perbedaan, Fungsi, Jenis, dan Kegiatan Bank Syariah

Pengertian, Perbedaan, Fungsi, Jenis, dan Kegiatan Bank Syariah


Bank syariah timbul untuk memberikan pelayanan yang sedikit berbeda kepada masyarakat, yaitu dengan menggunakan skema bagi hasil dan tidak mempraktikkan transaksi yang berbasis riba. Dengan demikian, bank syariah menjadi alternatif yang paling cocok untuk dipilih oleh umat Islam, karena tidak perlu khawatir lagi akan kesesuaiannya dengan prinsip syariah.


Pengertian Bank Syariah


Bank syariah adalah bank yang kegiatan operasionalnya berpedoman pada aturan dan prinsip-prinsip syariah, dan menghindari pembebanan atau pun pembayaran bunga kepada nasabah, serta menawarkan prinsip bagi hasil.

Perbankan syariah menurut Undang-undang Perbankan Syariah No. 21 Tahun 2008 adalah segala hal yang berhubungan dengan bank syariah dan unit usaha syariah, meliputi kegiatan usaha, kelembagaan, dan cara ataupun proses dalam menjalankan kegiatan usahanya.


Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional


Berikut ini merupakan beberapa perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional:

  • Dalam hal investasi, bank syariah hanya akan menginvestasikan dananya pada perusahaan yang memproduksi produk yang halal. Sedangkan bank konvensional tidak mempertimbangkan perusahaan tersebut memproduksikan produk yang halal atau tidak, yang terpenting perusahaan tersebut dapat memberikan keuntungan yang maksimal.
  • Bank syariah memberikan return kepada pihak investor dengan menggunakan sistem bagi hasil, sedangkan bank konvensional memberikan return yang dihitung berdasarkan bunga.
  • Bank syariah membuat perjanjian dalam bentuk akad sejalan dengan prinsip syariah, sedangkan bank konvensional perjanjian yang dibuat dengan menggunakan hukum positif.
  • Bank syariah melakukan pembiayaan tidak hanya untuk mencari keuntungan semata akan tetapi juga berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sedangkan bank konvensional pembiayaan yang diberikan berorientasi pada memperoleh keuntungan atas dana yang telah disalurkan.
  • Dalam kasus bank syariah, hubungan antara pihak bank dan nasabah adalah mitra, sementara bank konvensional yaitu antara kreditor dan debitur.
  • Bank syariah diawasi oleh BI, Bapepam, Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS), sedangkan bank konvensional hanya diawasi oleh BI, Bapepam, dan Komisaris.
  • Adapun penyelesaian sengketa dalam bank syariah dilakukan dengan cara musyawarah antara bank dan nasabah, melalui peradilan agama, sedangkan bank konvensional melakukannya melalui pengadilan negeri setempat.

Fungsi Utama Bank Syariah


Bank syariah pada dasarnya memiliki tiga fungsi utama yakni menghimpun dana dari pihak masyarakat (titipan dan investasi), menyalurkannya kepada pihak-pihak yang membutuhkan dana, dan terakhir memberikan pelayanan yang berupa jasa perbankan syariah.

Fungsi Bank Syariah dalam Memperoleh Keuntungan


Bank syariah akan mendapatkan keuntungan atas pembiayaan yang menggunakan akad jual beli dan pendapatan bagi hasil atas dana yang telah disalurkan berdasarkan akad kerja sama usaha.

Bank syariah tentu saja akan membayar bonus atas dana yang didapatkan dari masyarakat yang sudah memakai akad wadiah, dan biaya bagi hasil atas dana yang diperoleh dengan cara menggunakan akad kerja sama usaha.

Terakhir, bank syariah akan memberikan pelayanan jasa bank syariah dan akan mendapatkan fee sesuai dengan jenis produk pelayanan jasa yang ditawarkan.

Jenis dan Kegiatan Bank Syariah


Bank syariah sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena sistemnya menggunakan prinsip syariah, dan produk-produknya sesuai dengan aturan syariah atau halal. Produk yang ditawarkan akan berbeda-beda, tergantung jenis bank syariahnya. Berikut beberapa jenis bank syariah dan kegiatan operasionalnya:
  • Bank Umum Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dan melaksanakan kegiatan lalu lintas pembayaran. Secara garis besar kegiatannya yaitu menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada pihak yang memerlukan, dan memberikan pelayanan jasa bank.
  • Unit Usaha Syariah adalah unit usaha yang dibuat oleh bank konvensional, namun demikian menjalankan aktivitas berdasarkan prinsip syariah, serta melakukan lalu lintas pembayaran.
  • Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) adalah bank yang kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah, namun tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Perbedaan, Fungsi, Jenis, dan Kegiatan Bank Syariah"