Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Pelayanan Jasa Bank, Al-Wakalah, Al-Kafalah, Al-Hawalah, Ar-Rahn, Al-Qardh, dan As-Sharf

Pengertian Pelayanan Jasa Bank, Al-Wakalah, Al-Kafalah, Al-Hawalah, Ar-Rahn, Al-Qardh, dan As-Sharf


Selain menawarkan pembiayaan jual beli dan pembiayaan kerja sama usaha, bank syariah juga menawarkan pelayanan jasa kepada pihak yang membutuhkannya, baik itu kepada nasabah ataupun bukan. Produk jasa bank biasanya terdiri dari akad wakalah, kafalah, hawalah, rahn, qardh, dan sharf, serta imbalan yang didapat oleh bank berupa fee based income.


Pengertian Pelayanan Jasa Bank


Pelayanan jasa bank adalah produk jasa bank yang ditawarkan kepada para nasabah dalam hal memenuhi kebutuhan mereka. Bank tentu saja akan mendapatkan imbalan atau pendapatan dari pelayanan jasa. Pendapatan jenis ini disebut dengan fee based income.

Umumnya, jasa yang diberikan akan semakin berkualitas bila adanya persaingan yang ketat, hal ini dikarenakan dengan jasa yang kurang bagus akan membuat nasabah memilih alternatif lain. Jika pelayanan yang diberikan berkualitas tinggi, maka dapat menarik lebih banyak pelanggan dan akan berdampak baik bagi perkembangan usaha bank.


Pengertian Al-Wakalah


Al-wakalah adalah akad yang dilakukan antara dua pihak, pihak pertama mewakilkan tugas tertentu, dan pihak kedua akan menerima apa yang diwakilkan dan mengerjakannya. Atau bisa juga dikatakan sebagai akad pelimpahan kekuasaan atau hak untuk melakukan amanat tertentu. Dalam kasus perbankan, nasabah memberikan kekuasaan atau amanat untuk dilaksanakan oleh pihak bank.

Adapun jenis-jenis produk pelayanan jasa yang menggunakan akad wakalah meliputi: kiriman uang (transfer) baik nominal kecil ataupun nominal besar, kliring, inkaso, intercity clearing, letter of credit, dan payment (pembayaran telepon, rekening listrik, pajak, uang kuliah, dan gaji).


Pengertian Al-Kafalah


Al-Kafalah adalah jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada tertanggung untuk memenuhi kewajiban. Jaminan biasa diberikan kepada debitur, hal ini untuk meyakinkan pemberi pinjaman bahwa debitur mampu untuk membayar semua uang yang diterima dan bila tidak mampu sudah ada yang membayarnya. Dalam kasus ini, pemberi pinjaman sering disebut dengan istilah kafil dan yang dijamin sebagai makful.

Al-Kafalah dibagi kepada beberapa jenis antara lain: kafalah bin nafs, kafalah bil maal, kafalah bit taslim, kafalah al-munjazah, dan kafalah al-muallaqah.


Pengertian Al-Hawalah


Al-Hawalah adalah kegiatan pengalihan kewajiban membayar utang dari orang yang berutang kepada orang yang berutang lainnya. Ada tiga pihak yang terkait dalam hal ini yaitu muhal (pemberi pinjaman), muhil (penerima pinjaman), dan muhal alaih (penerima pinjaman dari muhil). Dalam kasus muhil tidak dapat membayar utang, maka muhal alaih yang akan bertindak untuk membayar utangnya kepada muhal. Adapun rukun al-hawalah terdiri dari:

  1. Para pihak yang melakukan akad: muhal, muhil, muhal alaih. Dengan syarat cakap hukum, baligh, berakal, adanya kerelaan dari masing-masing pihak, adanya persetujuan antara muhil dan muhal alaih untuk membayar utang kepada muhal.
  2. Harus adanya utang muhil kepada muhal sebelum akad hawalah dilakukan.
  3. Adanya utang muhal alaih kepada muhil.
  4. Harus adanya ijab kabul yang dinyatakan dalam bentuk tertulis.
Sementara itu, ada beberapa produk jasa bank syariah yang mengaplikasikan akad al-hawalah, seperti factoring atau anjak piutang, post dated check, dan bill discounting.

Pengertian Ar-Rahn


Ar-Rahn adalah kegiatan penyerahan barang yang ditetapkan sebagai jaminan atau agunan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan. Barang jaminan tentu saja dapat dijual oleh pemberi pinjaman jika peminjam atau penerima pembiayaan tidak mampu untuk mengembalikan atau melunasi pinjamannya. Rukun dan syarat rahn terdiri dari:
  • Rahin (nasabah), nasabah tentunya harus cakap hukum, baligh, dan berakal sehat.
  • Murtahin (bank syariah/lembaga keuangan syariah), bank syariah yang menawarkan produk rahn harus sesuai dengan prinsip syariah.
  • Marhun bih (pembiayaan), harus jelas berapa jumlahnya, dan wajib dikembalikan oleh rahin apabila telah jatuh tempo. Jika tidak mampu dilunasi, maka barang jaminan dapat dijual untuk melunasinya.
  • Marhun (barang jaminan), barang yang digunakan sebagai jaminan dengan syarat: dapat dijual dan memiliki nilai yang seimbang dengan pembiayaan, jelas dan dapat ditentukan secara spesifik, milik sendiri dan tidak terkait dengan pihak lain, harta yang utuh, dan dapat diserahterimakan baik fisik maupun manfaatnya.

Pengertian Al-Qardh


Al-Qardh adalah pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah dengan tujuan untuk membantu pengusaha kecil. Pembayaran ini diberikan tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan. Pembiayaan yang diberikan tentu saja dapat ditagih kembali sesuai dengan pokok pembiayaan atau tanpa adanya tambahan keuntungan. Akad ini menawarkan beberapa manfaat, diantaranya:
  • Membantu nasabah yang berada dalam kesulitan untuk mendapatkan dana.
  • Memudahkan pedagang kecil untuk mendapatkan tambahan modal usahanya.
  • Menjauhkan pedagang kecil dari meminjam uang yang berbasis riba.
  • Meningkatkan loyalitas masyarakat, karena bank dapat membantu masyarakat termasuk yang miskin.

Pengertian As-Sharf


As-Sharf adalah pelayanan yang diberikan oleh bank dalam bentuk pertukaran mata uang asing. Pertukaran antara valas dan rupiah dapat dilakukan asalkan tidak untuk tujuan spekulasi. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar transaksi as-sharf dapat dianggap sah:
  • Uang yang ingin ditukarkan tersebut merupakan milik dari masing-masing pihak, bukan uang orang lain.
  • Khusus uang yang sejenis, jumlah dan nilainya harus sama.
  • Pertukaran harus berlangsung secara tunai, atau dalam kata lain tidak ada jangka waktu tertentu seperti angsuran atau cicilan.
  • Tidak untuk tujuan spekulasi.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian Pelayanan Jasa Bank, Al-Wakalah, Al-Kafalah, Al-Hawalah, Ar-Rahn, Al-Qardh, dan As-Sharf"