Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Manfaat, Syarat, dan Langkah-langkah Pembuatan Rancangan Penelitian

Pengertian, Manfaat, Syarat, dan Langkah-langkah Pembuatan Rancangan Penelitian


Rancangan atau desain penelitian menjadi hal yang paling penting untuk dipersiapkan sebelum mengadakan sebuah penelitian. Adapun pengertian, manfaat, syarat, dan langkah-langkah pembuatan rancangan penelitian akan dijelaskan di bawah ini:


Pengertian Rancangan Penelitian


Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebuah penelitian memerlukan perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang tentu saja dapat membantu mengurangi tingkat kesalahan dalam penelitian. Adapun yang dimaksud dengan rancangan penelitian adalah pokok atau inti perencanaan seluruh penelitian yang berwujud dalam naskah secara jelas, mudah dipahami, ringkas, dan utuh. Rancangan penelitian pada dasarnya berbeda dengan proposal penelitian, rancangan penelitian adalah ide awal penelitian, sementara proposal penelitian adalah hasil dari rancangan penelitian.


Manfaat Rancangan Penelitian


Rancangan penelitian menawarkan beragam manfaat menarik, diantaranya yaitu:

  • Memberikan pedoman atau acuan yang lebih jelas dan terperinci bagi para peneliti dalam melaksanakan sebuah penelitian.
  • Menentukan batas-batas penelitian yang berhubungan dengan tujuan atau fokus penelitian.
  • Memberikan gambaran jelas mengenai tahap-tahap yang harus dilakukan dan memberikan gambaran mengenai masalah-masalah yang harus dipecahkan dalam penelitian.

Syarat Rancangan Penelitian


Sebuah rancangan penelitian baru dapat dikatakan bagus bila memenuhi beberapa syarat berikut:
  • Sistematis, di mana unsur-unsur yang terdapat dalam ranncangan penelitian harus tertata atau tersusun dalam urutan yang logis dan sistematis.
  • Konsisten, adanya kesesuaian antara berbagai unsur yang terdapat dalam rancangan penelitian.
  • Operasional, dapat menjelaskan dengan baik dan benar mengenai proses penelitian yang akan dilakukan.

Langkah-langkah Pembuatan Rancangan Penelitian


Adapun langkah-langkah atau proses pembuatan rancangan penelitian akkan diuraikan sebagai berikut:

Menentukan Topik atau Masalah


Penentuan topik yang tepat merupakan hal yang paling penting dan paling utama harus dilakukan sebelum melaksanakan sebuah penelitian. Adapun topik atau masalah yang akan dibahas dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari, seperti bahan pustaka, media massa, pengalaman, diskusi, dan masih banyak lagi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan sebuah topik, yaitu:
  • Masalah yang diangkat harus menarik, penting, bermanfaat, memerlukan penelitian, sehingga hasilnya dapat dipercaya dan dapat menjadi acuan atau penambah wawasan.
  • Data dapat diperoleh, sebuah penelitian tidak dapat dilakukan bila datanya tidak dapat diperoleh, hal ini dikarenakan tidak ada yang bisa diuji atau dianalisis. Sebuah masalah baru dapat diteliti bila peneliti memahami teori dan metode pemecahan masalah, memiliki waktu luang dan tenaga, dan memiliki sumber data yang memadai, sehingga dapat disusun dengan baik dan dilakukan pengujian.
  • Hasil penelitian bermanfaat, suatu masalah yang akan diteliti harus mengandung manfaat, baik untuk kemajuan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektivitas kerja, atau meningkatkan mutu atau kualitas kehidupan.
  • Masalah penelitian adalah hal yang baru, jika masalahnya sudah pernah diteliti berkali-kali, maka keunikan penelitiannya sangatlah rendah, oleh karena itu masalah penelitian harus baru agar kesannya berbeda.

Studi Pendahuluan


Setelah menentukan topik atau masalah, langkah selanjutnya yaitu mempelajari masalah secara lebih mendalam melalui studi pendahuluan. Adapun tujuan dilakukannya studi pendahuluan antara lain:
  • Mengetahui dengan jelas dan pasti apa yang akan diteliti atau diuji.
  • Mengetahui di mana dan dari siapa informasi dapat dikumpulkan atau didapatkan.
  • Peneliti tentunya tidak boleh mengambil hasil penelitian yang dilakukan oleh orang lain untuk diakui sebagai hasil penelitiannya.
  • Memahami cara mengambil sebuah kesimpulan dan bagaimana hasil penelitian dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan nyata.
  • Harus dapat menentukan metode yang tepat.

Membuat Latar Belakang Masalah


Latar belakang masalah menjelaskan mengapa peneliti mengambil masalah tersebut untuk diteliti. Latar belakang masalah juga mencakup ringkasan teori, hasil penelitian, dan lainnya. Dari alasan dan latar belakang tersebutlah diambil sebuah judul penelitian. Judul penelitian menggambarkan inti objek, subjek, dan sifat penelitian. Judul penelitian juga dapat mencerminkan topik yang diambil.

Membuat Rumusan Masalah


Rumusan masalah harus dibuat dengan jelas, singkat, dan spesifik, serta harus dibuat dalam bentuk pernyataan. Rumusan masalah tidak boleh menyimpang dengan topik, judul, dan latar belakang masalah yang telah dibuat sebelumnya. Kemudian juga tidak boleh lupa untuk menjelaskan mengenai tujuan dan manfaat penelitian sesuai dengan rumusan masalahnya.

Membuat Hipotesis


Hipotesis merupakan pendapat atau teori yang masih dianggap belum sempurna, sehingga teori atau pendapat tersebut harus diuji kebenarannya. Ada dua macam hipotesis, yaitu hipotesis alternatif (H1) (hipotesis yang dirumuskan dengan sifat relasional ataupun deskriptif) dan hipotesis nol (H0) (formulasi terbalik dari hipotesis kerja). Sebuah hipotesis dianggap diterima bila fakta memperlihatkan kebenarannya dan ditolak apabila fakta mengatakan hal sebaliknya.

Membuat Studi atau Kajian Pustaka


Tujuan dibuatnya kajian pustaka yaitu untuk menguatkan landasan teori yang digunakan dalam sebuah penelitian. Landasan teori meliputi pengertian dari masalah atau topik yang ditentukan. Kajian pustaka berfungsi sebagai referensi, meningkatkan pengetahuan atau pemahaman, dan juga meningkatkan konsep dan dasar dari sebuah penelitian yang akan dilaksanakan.

Memilih Metode Penelitian


Penelitian tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya metode tertentu. Metode penelitian merupakan cara untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Ada beberapa metode penelitian yang dapat diambil, antara lain: metode historis, survei, eksperimen, eksperimen eksploratif, eksperimen pengembangan, grounded research, komparatif, kasus, dan deskriptif.

Menentukan Variabel atau Sumber Data


Variabel merupakan objek penelitian yang menjadi fokus penelitian. Variabel terbagi kepada dua yaitu: variabel kuantitatif (variabel yang berhubungan dengan angka seperti luas wilayah, usia, jumlah penduduk, dan lainnya) dan variabel kualitatif (variabel yang berhubungan dengan narasi dan deskripsi suatu peristiwa, seperti motivasi, persepsi, tingkah laku, dan lainnya).

Sementara itu, dalam judul penelitian setidaknya harus memuat dua variabel utama, yakni: variabel bebas (variabel yang mempengaruhi variabel lain) dan variabel terikat (variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas).

Adapun sumber data tergantung pada masalah apa yang diambil oleh peneliti. Sumber data sejalan dengan hipotesis dan masalah yang diangkat dalam penelitian. Sumber data penelitian berhubungan dengan sumber subjek data yang dapat diperoleh secara langsung atau pun tidak, seperti halnya responden, benda mati, buku, catatan, dan lainnya.

Memilih Metode Pengumpulan Data


Pengumpulan data merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan dalam sebuah penelitian ilmiah, karena data-data itulah yang akan diolah dan dibahas untuk dapat ditarik sebuah kesimpulan. Data yang dikumpulkan tentu saja harus benar dan sesuai dengan tujuan penelitian, data yang dikumpulkan harus memenuhi kriteria seperti: objektif, mewakili populasi penelitian, masih berlaku atau berguna saat penelitian dilakukan, berhubungan dengan masalah yang akan diselesaikan.
Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Manfaat, Syarat, dan Langkah-langkah Pembuatan Rancangan Penelitian"