Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Jual Beli, Pembiayaan Murabahah, Pembiayaan Istishna, dan Pembiayaan Salam

Pengertian Jual Beli, Pembiayaan Murabahah, Pembiayaan Istishna, dan Pembiayaan Salam

Pembiayaan yang sering digunakan di bank syariah adalah pembiayaan yang menggunakan akad jual beli. Akad jual beli yang digunakan yaitu murabahah, istishna, dan salam. Masing-masing dari akad jual beli tersebut memiliki keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Adapun pengertian jual beli, pembiayaan murabahah, pembiayaan istishna, dan pembiayaan salam akan dijelaskan di bawah ini:

Pengertian Jual Beli


Jual beli adalah sebuah transaksi yang dilakukan antara pihak penjual dengan pihak pembeli atas suatu jenis barang dan jasa tertentu, yang menjadi objek jual beli. Akad jual beli tentu saja dapat diimplementasikan ke dalam pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah. Adapun pembiayaan yang didasari akad jual beli di perbankan syariah adalah pembiayaan murabahah, istishna, dan salam.

Berikut merupakan rukun dan syarat jual beli:
  • Rukun jual beli: harus adanya penjual, pembeli, objek jual beli, harga, dan ijab kabul.
  • Syarat jual beli: harus adanya pihak yang berakad, objek jual beli, dan harga.

Pengertian Pembiayaan Murabahah


Murabahah adalah akad jual beli atas suatu barang tertentu, yang mengharuskan penjual untuk menyebutkan harga pembelian barang kepada pihak pembeli, dan selanjutnya menjual barang tersebut kepada pembeli dengan mensyaratkan keuntungan.

Dalam kasus perbankan syariah, bank yang akan menjadi penjual dan nasabah yang berperan sebagai pembeli. Bank menyediakan barang yang diminta oleh nasabah dengan cara membelinya dari supplier. Pembayaran murabahah dapat dilakukan secara sekaligus pada saat jatuh tempo ataupun dilakukan dengan cara angsuran atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.

Adapun barang-barang yang dapat ditransaksikan dengan menggunakan pembiayaan murabahah antara lain: rumah, kendaraan bermotor atau alat transportasi, alat-alat industri, pabrik, gudang, dan pembelian aset lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Pengertian Pembiayaan Istishna


Al-Istishna adalah akad jual beli barang secara pesanan. Barang yang dipesan tentu saja dibuat berdasarkan spesifikasi yang diberikan oleh pembeli. Adapun pembayarannya dapat dilakukan di muka, dengan cara angsuran/cicilan, atau ditangguhkan sampai barang yang dipesan tersebut selesai dibuat.

Adapun aspek teknis pembiayaan istishna dalam bank syariah antara lain:
  • Tujuan penggunaan: pembiayaan istishna umumnya digunakan untuk proyek perumahan, listrik, komunikasi, pertambangan, gedung sekolah, dan sarana jalan.
  • Barang yang dipesan: harus diketahui dengan jelas karakteristiknya, baik itu yang menyangkut dengan jenis barang, kualitas barang, kuantitas barang, dan tempat serah terima barang.
  • Bank: dalam hal ini bank berhak untuk menentukan supplier. Dalam kasus supplier ditunjuk oleh nasabah, bank harus melakukan penilaian terlebih dahulu apakah layak atau tidak.
  • Nasabah: harus cakap hukum dan memiliki kemampuan untuk membayar seluruh barang yang dipesan.
  • Produsen/Supplier: berupa badan hukum atau perorangan yang membantu bank syariah dalam memenuhi permintaan nasabah.
  • Harga: harus ditetapkan di awal akad dan bila ada uang muka, maka akan mengurangi piutang istishna.
  • Jangka waktu: jangka waktu disesuaikan dengan kemampuan nasabah dan juga kebijakan masing-masing bank syariah.
  • Denda: denda atas keterlambatan pembayaran dapat dikenakan oleh bank syariah kepada nasabah, akan tetapi tidak dapat diakui sebagai pendapatan operasional.

Pengertian Pembiayaan Salam


Salam adalah sebuah transaksi atau akad jual beli barang secara pesanan dengan pembayaran di muka dan pengiriman barang dilakukan kemudian. Barang yang dipesan tersebut harus memiliki kejelasan mengenai spesifikasi dan jumlahnya. Jika barang yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan, maka bank syariah dapat mengembalikannya kepada pihak penjual.

Transaksi salam akan dianggap sah apabila memenuhi rukun dan syarat berikut: adanya mulam (pembeli), muslam ilaih (penjual), hasil produksi/barang yang diserahkan (muslam fihi), harga, dan ijab kabul.
Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian Jual Beli, Pembiayaan Murabahah, Pembiayaan Istishna, dan Pembiayaan Salam"