Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Jenis, Sarana Penarikan, Ketentuan dan Persyaratan Tabungan Wadiah

Pengertian, Jenis, Sarana Penarikan, Ketentuan dan Persyaratan Tabungan Wadiah

Penggunaan akad wadiah semakin populer sekarang ini, khususnya di bidang perbankan syariah. Akad wadiah biasanya digunakan oleh bank untuk menghimpun dana dari masyarakat, dengan cara menawarkan giro wadiah dan tabungan wadiah. Adapun pengertian, jenis, sarana penarikan, ketentuan dan persyaratan tabungan wadiah akan dijelaskan di bawah ini:

Pengertian Al-Wadiah


Al-Wadiah adalah prinsip simpanan murni dari pihak yang menyimpan kepada pihak yang menerima simpanan untuk dimanfaatkan ataupun tidak tergantung dengan ketentuan yang dibuat pada saat akad disetujui. Penerima simpanan atau titipan tentu saja harus menjaga dengan sebaik mungkin barang titipan, karena barang yang dititipkan tersebut dapat diambil kapan pun si penitip memerlukannya.

Jenis Al-Wadiah


Secara umum, akad wadiah dibagi kepada dua macam yaitu wadiah yad al-amanah dan wadiah yad dhamanah.

Wadiah Yad Al-Amanah


Wadiah yad al-amanah adalah titipan murni dari pihak penitip kepada penerima titipan, yang mana penerima titipan harus menjaga dengan baik barang titipan dan tidak diperbolehkan untuk memanfaatkannya. Penerima titipan harus dapat mengembalikan barang yang dititip tersebut secara utuh pada saat si penitip menginginkannya. Adapun produk yang dapat ditawarkan bank syariah dengan menggunakan akad ini yaitu save deposit box.

Save deposit box adalah jasa yang ditawarkan oleh bank dalam penyewaan box atau kotak pengaman, yang berfungsi untuk menyimpan barang atau surat-surat berharga milik nasabah. Adapun dokumen yang dapat disimpan dalam save deposit box antara lain: sertifikat tanah, sertifikat deposito, bilyet deposito, surat berharga, obligasi, saham, paspor, ijazah, surat nikah, BPKB, perhiasan, berlian, emas, permata, uang, dan lain sebagainya.

Wadiah Yad Dhamanah


Wadiah yad dhamanah adalah akad penitipan barang yang memberikan izin kepada penerima titipan untuk memanfaatkan atau mengelola barang titipan. Namun, tetap saja penerima titipan harus menyerahkan barang yang dititipkan tersebut secara utuh kapan pun si penitip membutuhkannya. Dalam kasus ini, penerima titipan diperbolehkan untuk memberikan bonus kepada penitip asalkan bonus tersebut tidak dijanjikan di awal akad.

Perbankan syariah biasanya menerapkan wadiah yad dhamanah dalam produk penghimpunan dana pihak ketiga, yaitu giro dan tabungan. Bank syariah tentu saja akan memberikan bonus atas dana yang dititipkan oleh nasabah. Besarnya bonus dan waktu penyerahannya hanya boleh ditentukan oleh bank, bukan oleh nasabah. Pemberian bonus di sini dapat dikatakan tidak terikat, artnya bahwa bank boleh memberikan bonus dan boleh juga tidak memberikannya.

Sarana Penarikan Tabungan Wadiah


Tabungan wadiah dapat ditarik dengan menggunakan salah satu dari beberapa sarana berikut:
  • Buku tabungan adalah buku yang menggambarkan mutasi setoran, saldo atas setiap transaksi yang terjadi, dan penarikan.
  • Slip penarikan adalah formulir yang telah disediakan oleh bank syariah untuk keperluan nasabah yang ingin melakukan penarikan tabungan melalui kantor bank syariah yang sebelumnya menerbitkan tabungan.
  • ATM juga dapat digunakan untuk menarik tabungan wadiah.

Ketentuan dan Persyaratan Tabungan Wadiah


Persyaratan dan ketentuan tabungan wadiah dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan dan menjaga keamanan serta memastikan akan adanya keuntungan bagi nasabah. Ketentuan tentang tabungan wadiah biasanya dibuat oleh Bank Indonesia, namun demikian setiap bank syariah diberikan hak untuk mengatur sendiri asalkan ketentuan yang dibuat tidak bertentangan dengan peraturan Bank Indonesia.

Pembukaan Tabungan Wadiah


Dengan membuka tabungan wadiah, berarti nasabah sudah menyetujui untuk menggunakan skema berdasarkan titipan. Setelah pembukaan rekening, biasanya bank akan meminta setoran pertama sebagai saldo awal tabungan wadiah.

Jumlah Setoran Minimal


Jumlah setoran awal akan bergantung pada ketentuan setiap bank syariah, sebagian bank syariah mensyaratkan setoran awal sebesar Rp50.000, dan ada juga bank syariah yang mensyaratkan setoran awal Rp100.000.

Jumlah Penarikan


Setiap bank syariah tentu saja memiliki persyaratan atau pun ketentuan yang berbeda mengenai penarikan tabungan wadiah, baik itu mengenai jumlah ataupun frekuensi penarikan dalam sehari. Khusus untuk penarikan dengan nominal yang besar, biasanya nasabah harus memberitahu bank terlebih dahulu, dikarenakan uang yang ada di bank jumlahnya terbatas.

Saldo Tabungan Wadiah


Besarnya saldo tabungan wadiah tergantung pada ketentuan masing-masing bank syariah. Kebijakan tentang saldo minimal tabungan wadiah dibutuhkan untuk membayar biaya administrasi jika suatu saat nasabah ingin menutup tabungan.

Bonus Tabungan Wadiah


Jika dana yang dikelola mendapatkan keuntungan, maka bank syariah biasanya memberikan bonus kepada para nasabah. Besarnya bonus berbeda-beda antara bank syariah yang satu dengan lainnya.

Penutupan


Ada beberapa sebab tabungan wadiah ditutup, antara lain karena adanya permintaan nasabah, karena tabungan tidak aktif, dan karena adanya faktor lain seperti perubahan nama tabungan, bank merger, dan bank konversi.
Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Jenis, Sarana Penarikan, Ketentuan dan Persyaratan Tabungan Wadiah"