Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Jenis, Bentuk, Penyebab, Akibat, dan Fungsi Konflik Sosial dalam Masyarakat

Pengertian, Jenis, Bentuk, Penyebab, Akibat, dan Fungsi Konflik Sosial dalam Masyarakat


Konflik menjadi bagian dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan atau dihindari. Konflik, dari dulu hingga sekarang terus terjadi dalam masyarakat, hal ini tidak lain karena masing-masing individu memiliki cara dan tujuan hidup yang berbeda-beda, bila tujuan hidupnya diganggu oleh orang lain, maka dapat menimbulkan pertikaian atau konflik. Adapun pengertian, jenis, bentuk, penyebab, akibat, dan fungsi konflik sosial dalam masyarakat akan dibahas di bawah ini:


Pengertian Konflik Sosial


Konflik berasal dari kata conflique yang bermakna saling memukul. Adapun secara sosiologis, konflik diterjemahkan sebagai sebuah proses sosial antara dua pihak atau lebih yang mana masing-masing dari mereka ingin menyingkirkan pihak lain dengan cara melenyapkan atau melemahkannya. Adapun definisi konflik sosial menurut para ahli antara lain:

  • Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses sosial yang mana individu berusaha untuk mencapai tujuannya dengan cara menantang pihak lawan yang diikuti dengan ancaman atau kekerasan.
  • Lewis A. Coser, konflik adalah bentuk perjuangan terhadap nilai maupun tuntutan atas status dan kekuasaan, dengan jalan mencederai atau melenyapkan lawan.
  • Minnery, konflik adalah interaksi antara dua orang atau lebih dengan tujuan yang berbeda-beda, dan pengambilan tindakan atas perbedaan tersebut.
  • Berstein, konflik adalah sebuah pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dihindari.

Jenis-jenis Interaksi Konflik


Umumnya, interaksi konflik terbagi kepada tiga macam yaitu:
  • Persaingan: individu atau kelompok akan bersaing dalam hal mendapatkan keuntungan dalam bidang-bidang kehidupan pada waktu tertentu. Persaingan pada dasarnya terbagi kepada dua macam, yaitu persaingan yang bersifat pribadi (individu satu dengan individu lainnya secara langsung bersaing untuk mendapatkan jabatan tertentu dalam sebuah organisasi) dan tidak pribadi (persaingan dua buah perusahaan dalam hal mendapatkan pelanggan).
  • Kontravensi: berasal dari bahasa Latin (contra dan venire) yang bermakna menghalangi atau menantang. Sehingga, kontravensi dapat dikatakan sebagai usaha atau upaya yang dilakukan dalam hal menghalangi atau menghambat pihak lain dalam mencapai tujuan mereka. Howard Becker menyatakan bahwa kontravensi terdiri dari kontravensi umum, kontravensi sederhana, kontravensi intensif, kontravensi rahasia, dan kontravensi taktis.
  • Pertentangan atau pertikaian: dalam hal ini, individu atau kelompok akan berusaha untuk meraih tujuannya dengan cara menentang pihak lawan, baik dengan menggunakan berbagai jenis ancaman maupun kekerasan.

Bentuk-bentuk Konflik Sosial


Berikut ini merupakan beberapa bentuk konflik sosial:
  • Konflik pribadi adalah pertentangan atau pertikaian yang terjadi antara individu satu dengan individu lainnya.
  • Konflik rasial adalah pertentangan kelompok ras yang berbeda disebabkan kepentingan dan kebudayaan yang saling beradu atau bertabrakan.
  • Konflik politik adalah konflik yang berhubungan dengan beberapa golongan dalam masyarakat ataupun di antara beberapa negara berdaulat.
  • Konflik antarkelas sosial adalah pertentangan yang terjadi antara kelas sosial satu dengan lainnya.
  • Konflik internasional adalah pertentangan atau perselisihan yang terjadi antara beberapa kelompok negara disebabkan perbedaan kepentingan.
  • Konflik antarkelompok adalah pertikaian yang terjadi karena adanya persaingan dalam memperoleh mata pencaharian hidup yang sama.

Penyebab Terjadinya Konflik


Soerjono Soekanto menyatakan beberapa sebab terjadinya konflik, antara lain:
  • Perbedaan antarperorangan adalah berbedaan yang menyangkut dengan perasaan, pendirian, atau pendapat. Jika seseorang tidak setuju dengan pendapat orang lain biasanya dapat menimbulkan sebuah perdebatan atau bahkan mengarah pada konflik.
  • Perbedaan kebudayaan adalah perbedaan yang dapat memengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku individu dalam suatu kelompok kebudayaan bersangkutan.
  • Bentrokan kepentingan adalah bentrokan yang dapat timbul dalam bidang ekonomi, politik, dan lainnya. Seseorang bisa saja berbuat nekat demi mendapatkan kepentingannya dalam hal memperoleh kehidupan yang sejahtera.
  • Perubahan sosial yang terlalu cepat di dalam masyarakat, sehingga dapat menimbulkan perbedaan pendirian antargolongan dalam menyikapi perubahan yang ada, yang akan berujung pada konflik.

Akibat Konflik Sosial dalam Masyarakat


Konflik sosial dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, antara lain:
  • Retaknya persatuan dan kesatuan, jika terjadi konflik dalam sebuah kelompok atau tim, maka dapat membuat kelompok atau tim tersebut bubar.
  • Terjadinya perubahan kepribadian, konflik yang terjadi dalam sebuah kelompok dapat membuat anggotanya merasa tertekan jiwanya (gelisah, cemas, stress, takut, depresi, dan trauma).
  • Jatuhnya korban jiwa dan benda, konflik dapat menimbulkan kerusakan harta benda dan juga jatuhnya korban jiwa.
Di samping dampak negatif, dampak positif juga dapat timbul dengan adanya konflik, antara lain:
  • Meningkatkan rasa solidaritas, hal ini timbul karena tiap anggota kelompok berusaha untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam menangani pihak lawan.
  • Pendorong perubahan sosial, apabila sebuah konflik dapat mengarah kepada kemajuan, maka konflik tersebut dapat berguna bagi masyarakat.
  • Munculnya akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak.

Fungsi Konflik Sosial dalam Masyarakat


Berikut ini merupakan beberapa fungsi konflik sosial dalam masyarakat:
  • Dapat merumuskan dan menyelesaikan suatu persoalan.
  • Dapat meningkatkan kesatuan, solidaritas, dan keinginan untuk berkorban bagi kelompok.
  • Dapat mempercepat proses perubahan sosial.
Adapun fungsi konflik sosial menurut Lewis Coser antara lain:
  • Dapat meningkatkan solidaritas sebuah kelompok yang sebelumnya kurang kompak.
  • Dapat menciptakan kohesi dengan kelompok lainnya dalam wujud aliansi.
  • Dapat membuat warga menjadi lebih aktif dalam menjalani peran tertentu.
  • Memiliki fungsi komunikasi, atau dalam kata lain dengan adanya konflik maka kedua belah pihak dapat mengetahui posisi dan batas masing-masing.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Jenis, Bentuk, Penyebab, Akibat, dan Fungsi Konflik Sosial dalam Masyarakat"