Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Israf, Tabzir, Gibah, dan Fitnah

Pengertian Israf, Tabzir, Gibah, dan Fitnah


Israf, tabzir, gibah, dan fitnah merupakan hal yang harus dihindari oleh umat Islam, karena perilaku tersebut sangat tercela dan dibenci oleh Allah SWT.


Pengertian Israf


Israf, secara bahasa berarti melampaui batas atau berlebih-lebihan. Secara istilah, israf adalah perilaku atau sifat yang berlebih-lebihan, menghambur-hamburkan, atau melampaui batas, baik itu berupa perbuatan, ucapan, atau menggunakan sesuatu (misalnya harta benda) dengan kadar yanng tidak wajar lagi atau sudah dikategorikan sebagai pemborosan.

Melakukan, mengatakan, atau menggunakan segala sesuatu tidak dilarang dalam Islam asalkan masih dalam kategori yang wajar dan tidak melanggar aturan Islam. Sifat atau perilaku yang berlebih-lebihan akan menjadikan seseorang lupa akan kewajiban dalam hidupnya dan malas untuk beribadah, yang pada akhirnya akan dibutakan oleh harta dan gemar berbuat maksiat dan berada dalam kesesatan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan atau dipertimbangkan untuk menghindari sifat israf, antara lain:

  • Jika hendak melakukan atau menggunakan sesuatu, maka pertimbangkanlah manfaatnya. Jika tidak ada manfaatnya, maka sebaiknya jangan dilakukan, karena hanya sia-sia.
  • Lakukanlah segala sesuatu sesuai dengan kemampuan bukan karena menuruti hawa nafsu.
  • Melatih diri untuk meninggalkan hal-hal yang tidak berguna.
Jika kita mampu menghindari israf, maka kita akan mendapatkan hikmahnya, yaitu:
  • Membiasakan diri untuk hidup sederhana.
  • Kehidupan akan menjadi lebih tenang dan tentram.
  • Melatih kesabaran, karena tidak mengutamakan hawa nafsu.
  • Dalam melakukan atau memanfaatkan sesuatu akan mendapatkan rida Allah SWT.

Pengertian Tabzir


Tabzir adalah melakukan sesuatu secara berlebih-lebihan. Tabzir atau yang sering disebut dengan mubazir harus dihindari oleh umat Islam karena hal tersebut merupakan perilaku tercela yang mengarah pada kerugian dan dibenci oleh Allah. Allah telah memberikan nikmat dan rezeki kepada hamba-Nya, maka hendaklah kita manfaatkan dengan sebaik mungkin tanpa menyia-nyiakannya. Adapun contoh perilaku mubazir seperti menyisakan makanan dan minuman, hal ini dikarenakan makanan atau minuman yang disisakan tersebut akan sia-sia.

Ada beberapa cara untuk menghindari sifat tabzir, antara lain:
  • Berusaha untuk meninggalkan sesuatu yang dianggap tidak berguna.
  • Selalu berupaya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan atau tidak adanya paksaan.
  • Selalu mempertimbangkan manfaatnya terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.
Sementara hikmah dari menghindari sifat tabzir yaitu:
  • Melatih diri untuk hidup sederhana.
  • Hidup akan menjadi lebih damai dan bahagia.
  • Menikmati anugerah atas pemberian Allah.

Pengertian Gibah


Secara bahasa, gibah berarti mengumpat atau menggunjing. Sedangkan secara istilah adalah perbuatan membicarakan atau membuka aib seseorang di hadapan orang lain. Ada beberapa sebab yang menyebabkan seseorang malakukan gibah, antara lain:
  • Memiliki kebiasaan yang buruk dan jarang memperhatikan kekurangan yang dimilikinya sendiri.
  • Selalu merasa bahwa dirinya lebih baik dan lebih unggul dari orang lain, dan sangat membenci orang yang sedang dibicarakan tersebut.
  • Berusaha untuk mendapatkan perhatian dan simpati di hadapan orang banyak.
  • Tidak memperhatikan bahwa dengan gibah tersebut dapat merusak nama baik orang lain.
  • Iman yang terlalu lemah, sehingga tidak menyadari bahwa hal yang dilakukan tersebut adalah perilaku tercela.
Islam sangat melarang seseorang untuk melakukan gibah, dan mengibaratkan gibah seperti halnya orang yang makan bangkai temannya sendiri. Ada beberapa cara untuk menghindari gibah, yaitu:
  • Menahan diri dari mencari-cari kesalahan atau kekurangan orang lain.
  • Berusaha untuk diam saja daripada berbicara hal-hal yang tidak ada manfaatnya.
  • Tidak menyambung atau melanjutkan pembicaraan yang dilakukan oleh tukang gibah.
  • Menyadari bahwa diri sendiri juga banyak memiliki kekurangan dan keburukan.
  • Berupaya untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berdoa agar dijauhkan dari lingkaran gibah.

Pengertian Fitnah


Fitnah adalah perbuatan membicarakan atau memberitakan sesuatu yang tidak benar dengan tujuan untuk menjatuhkan atau menghancurkan kehidupan orang yang difitnahnya. Fitnah dianggap sangat berbahaya, karena dengan berita fitnah orang dapat dengan mudah mempercayainya.

Fitnah memiliki dampak yang buruk seperti merusak pergaulan dan mengadu domba antara satu pihak dengan pihak lainnya. Semakin besar berita yang diangkat dalam fitnah, maka semakin dahsyat pula bahayanya, oleh karena itulah Islam sangat membencinya. Hal ini sejalan dengan QS. Al-Baqarah 2: 191 yang menyatakan bahwa fitnah itu lebih berbahaya dibandingkan dengan pembunuhan.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian Israf, Tabzir, Gibah, dan Fitnah"