Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Hukum, Tujuan, Rukun, dan Hikmah Pernikahan

Pengertian, Hukum, Tujuan, Rukun, dan Hikmah Pernikahan

Pernikahan merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan demi menjaga kesucian keturunan umat manusia. Tanpa adanya pernikahan, mungkin kehidupan manusia akan menjadi bermasalah, karena tidak adanya orang yang akan bertanggung jawab untuk menafkahi anak dan ibu dari anak.

Pengertian Pernikahan


Pernikahan berasal dari kata nikah. Kata nikah pada dasarnya memiliki persamaan dengan kata kawin. Secara bahasa, kata nikah memiliki makna bersatu atau berkumpul. Sementara menurut istilah, nikah adalah melaksanakan suatu akad atau perjanjian yang bertujuan untuk mengikat diri antara laki-laki dan perempuan, serta menghalalkan hubungan suami istri di antara mereka atas dasar suka rela dan persetujuan bersama, demi terwujudnya keluarga yang diridhai oleh Allah SWT.

Hukum Pernikahan


Hukum menikah menurut pandangan sebagian besar ulama adalah boleh (mubah). Akan tetapi bila ditinjau dari segi orang yang akan melaksanakan pernikahan, maka hukum nikah dapat saja berubah menjadi sunah, wajib, makruh, atau pun haram. Adapun penyebabnya adalah sebagai berikut:
  • Jika seseorang yang berkeinginan menikah dan mempunyai kemampuan secara finansial dan kepemimpinan, maka hukumnya sunah.
  • Jika seseorang yang sudah mampu untuk melaksanakan pernikahan, dan bahkan jika tidak melakukannya dikhawatirkan akan terjerumus kepada perzinaan, maka nikah yang semacam ini bersifat wajib.
  • Jika seseorang tidak mampu menafkahi keluarga atau tidak memiliki kemampuan finansial, maka hukumnya akan berubah menjadi makruh.
  • Jika seseorang menikah dengan tujuan yang tidak baik, seperti ingin menguasai harta pasangannya, atau ingin mempermainkannya, maka pernikahan semacam ini hukumnya haram.

Tujuan Pernikahan


Jika ditinjau secara umum, maka tujuan pernikahan menurut agama Islam adalah untuk memenuhi hajat manusia (laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya) dalam upaya mewujudkan rumah tangga yang tentram dan bahagia atau yang sering disebut dengan sakinah, mawaddah, dan warahmah, sesuai dengan syariat atau aturan-aturan Islam.

Rukun Nikah


Rukun nikah adalah berbagai ketentuan dalam melakukan pernikahan yang harus dipenuhi agar pernikahan yang dilakukan sah. Rukun-rukun yang dimaksud antara lain:
  • Adanya calon suami, dengan ketentuan: laki-laki yang sudah baligh atau minimal 19 tahun, tidak dalam keadaan terpaksa atau dipaksa, beragama Islam, tidak sedang dalam menjalankan ihram haji atau umrah, dan terakhir bukan mahram.
  • Ada calon istri, dengan ketentuan: wanita yang sudah dewasa, minimal berusia 16 tahun, beragama Islam, bukan istri orang lain, bukan mahram, tidak dalam ihram haji atau pun umrah.
  • Ada wali nikah, adalah orang yang menikahkan mempelai laki-laki dengan mempelai wanita atau mengizinkan pernikahan keduanya. Adapun syarat sebagai wali nikah yaitu laiki-laki, baligh, beragama Islam, berakal, adil, tidak sedang menjalankan ihram haji atau umrah.
  • Adanya ijab kabul (akad nikah). Ijab merupakan ucapan wali dari pihak wanita sebagai penyerahan kepada mempelai laki-laki. Sedangkan kabul merupakan ucapan mempelai laki-laki sebagai tanda persetujuan atau penerimaan. Suami tentu saja harus memberikan mahar kepada istrinya karena merupakan syarat nikah.

Hikmah Pernikahan


Dengan dilakukannya akan pernikahan maka terdapat banyak sekali hikmahnya, antara lain:
  • Pernikahan menjadi sebuah solusi yang tepat dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis umat manusia.
  • Pernikahan menjadi jalan untuk memuliakan anak, menambah keturunan, menjaga keberlangsungan hidup manusia, dan terakhir memelihara nasab.
  • Pernikahan menimbulkan rasa tanggung jawab untuk mendidik dan menafkahi anak, sehingga dapat menimbulkan ikatan batin dan kasih sayang.
  • Pernikahan dapat meningkatkan atau menambah hubungan persaudaraan.
Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Hukum, Tujuan, Rukun, dan Hikmah Pernikahan"