Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Jenis-jenis Sukuk

Pengertian dan Jenis-jenis Sukuk


Fakta menunjukkan bahwa sukuk secara luas digunakan oleh masyarakat Muslim pada abad pertengahan, dalam wujud surat berharga, yang mewakili kewajiban pembiayaan yang bersumber dari perdagangan dan kegiatan bisnis lainnya. Adapun pengertian dan jenis sukuk akan dibahas di bawah ini:


Pengertian Sukuk


Sukuk atau yang sering dikenal dengan obligasi syariah adalah surat berharga sebagai instrumen investasi yang dikeluarkan atas suatu transaksi atau akad syariah yang mendasarinya, dapat berbentuk ijarah, mudarabah, musyarakah, atau sebagainya. Sukuk yang populer diterbitkan yaitu sukuk al-ijarah (berdasarkan akad sewa) dan hasil investasi atau pendapatannya dikaitkan dengan pembayaran sewa aset terkait.

Sukuk tidaklah termasuk ke dalam instrumen utang piutang dengan bunga (riba), akan tetapi sukuk merupakan instrumen investasi. Hal ini dikarenakan penerbitan sukuk harus adanya underlying asset dengan aturan syariah yang jelas.


Jenis-jenis Sukuk


Sukuk terdiri dari beberapa jenis, antara lain: sukuk sanadatul muqaradah atau sukuk mudarabah, sukuk musyarakah, sukuk ijarah, sukuk istisna, sekuritas/sukuk salam, sukuk murabahah, dan sekuritas/sukuk portofolio gabungan.


Sanadatul Muqaradah atau Sukuk Mudarabah


Sukuk mudarabah adalah suatu sertifikat yang mewakili proyek atau pun kegiatan tertentu yang dikelola dengan cara menggunakan prinsip mudharabah, dan menunjuk partner atau pihak lain untuk berperan sebagai mudharib atau pengelola bisnis.


Sukuk Musyarakah


Sukuk musyarakah adalah sertifikat dengan nilai yang sama yang dikeluarkan untuk memobilisasi dana, yang diperuntukkan berdasarkan persekutuan, dengan menjadikan para pemegangnya sebagai pemilik dari proyek yang relevan atau mempunyai aset sesuai dengan bagian masing-masing yang bersumber dari portofolio aset mereka.


Sukuk Ijarah


Sukuk ijarah adalah sekuritas yang mewakili kepemilikan terhadap suatu aset yang eksistensinya jelas dan dapat diketahui, yang berkaitan dengan suatu kontrak sewa beli (lease), sewa yang pembayaran return pada pemegang sukuk.


Sukuk Istisna


Istisna adalah transaksi barang-barang industri yang menerima pembayaran tunai dan pengiriman di kemudian hari atau boleh juga melakukan pembayaran pada saat dikirimnya barang. Transaksi ini biasanya dilakukan dalam hal pembuatan pabrik, rumah, proyek, jembatan, dan jalan.

Industri dan pemasok besar tentu saja dapat mejual aset dari lembaga keuangan syariah dengan menggunakan akad istisna dengan pembayaran di kemudian hari dan menerbitkan sukuk istisna yang dapat ditebus secara berkala sesuai dengan persetujuan pembayaran yang telah dibuat.


Sekuritas/Sukuk Salam


Salam adalah transaksi yang mengharuskan pembeli untuk melakukan pembayaran di muka, yang diperuntukkan untuk barang-barang yang dikirim di masa depan. Pembeli tentu saja tidak boleh menjual komoditas yang diurus sebelum menerimanya.


Sukuk Murabahah


Sukuk murabahah lebih cocok untuk digunakan dalam hal pembelian barang untuk sektor publik. Apabila pemerintah memerlukan barang yang harganya sangat tinggi, maka dapat membelinya secara kredit dengan pembayaran dalam bentuk angsuran atau cicilan.


Sekuritas/Sukuk Portofolio Gabungan


Bank dapat menerbitkan sekuritas gabungan dari transaksi musyarakah, ijarah, dan beberapa murabahah, istisna, salam, dan jualah. Pengembalian/risiko pada sekuritas tersebut akan sejalan dengan gabungan kontrak yang dipilih. Adapun contoh yang populer dari sukuk portofolio gabungan adalah Solidarity Trust Sukuk dari Islamic Development Bank (IDB) untuk 400 juta $ Amerika yang dikeluarkan pada tahun 2003.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian dan Jenis-jenis Sukuk"