Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Pola Penggunaan Lahan, dan Sejarah Pertumbuhan Kota

Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Pola Penggunaan Lahan, dan Sejarah Pertumbuhan Kota

Kota merupakan wilayah yang dihuni oleh banyak penduduk, mata pencahariannya lebih mengarah ke perdagangan atau dalam kata lain sudah tidak berfokus lagi pada pertanian, peternakan, dan sebagainya. Adapun pengertian, ciri, klasifikasi, pola penggunaan lahan, dan sejarah pertumbuhan kota akan dijelaskan di bawah ini:

Pengertian Kota


Berdasarkan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1987 Pasal 1, kota merupakan pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang memiliki batasan administrasi yang ditetapkan dalam undang-undang.

Adapun definisi kota menurut R. Bintaro adalah suatu bintang budaya yang diwujudkan oleh berbagai unsur alamiah yang sangat besar dan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistik bila dibandingkan dengan daerah yang ada di sekitarnya.

Menurut Ray Northan, kota merupakan suatu lokasi yang memiliki kepadatan penduduk lebih tinggi dari populasi, kebanyakan penduduk tidak bergantung pada sektor pertanian. Adapun pengertian kota menurut Max Weber adalah suatu tempat yang memberikan kemudahan bagi penduduknya dalam hal memenuhi kebutuhan ekonominya di pasar lokal.

Ciri-ciri Kota


Kota memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Ciri-ciri fisik kota meliputi: adanya berbagai tempat yang dapat digunakan untuk pasar dan pertokoan, adanya berbagai tempat rekreasi, adanya gedung pemerintahan, adanya berbagai tempat parkir, dan adanya berbagai tempat olahraga.
  • Ciri-ciri nonfisik/sosial kota meliputi: masyarakatnya heterogen, sikap hidup lebih mengarah pada individualistik dan materialistik, sebagian besar mata pencaharian penduduk nonagraris, pandangan hidup penduduk lebih rasional, dan adanya kesenjangan sosial.

Klasifikasi Kota


Berikut ini merupakan klasifikasi kota:
  • Berdasarkan jumlah penduduknya: kota kecil (20.000 - 50.000 orang), kota sedang (50.000 - 100.000 orang), kota besar (100.000 - 1.000.000 orang), dan kota metropolis (penduduknya lebih dari 1.000.000 orang).
  • Berdasarkan fungsinya: kota sebagai pusat kebudayaan, pusat perdagangan, pusat industri, pusat pemerintahan, dan pusat rekreasi dan kesehatan.
  • Berdasarkan kualitas perkembangan masyarakat: tahap eopolis, tahap polis, tahap metropolis, tahap megapolis, tahap tiranopolis, dan tahap nekropolis.
  • Berdasarkan bangunan: stadium infantile, stadium juvenile, stadium mature, dan stadium sinile.

Pola Penggunaan Lahan di Kota


Terdapat beberapa teori yang menjelaskan mengenai pola penggunaan lahan di kota, antara lain:
  • Teori konsentris oleh Ernest W. Burgess, di mana penggunaan lahan di kota menunjukkan zona-zona konsentris atau melingkar, yang mana pusat kegiatan ekonomi berfokus di tengah-tengah dan semakin keluar akan semakin sedikit atau lebih banyak permukiman.
  • Teori sektor oleh Homer Hoyt, yang mana pola penggunaan lahan berkembang sesuai dengan berbagai sektor yang bentuknya menyerupai irisan kue tar. Berbagai sektor yang mirip dengan kue tar dikarenakan oleh faktor geografis bentuk lahan dan pengembangan jalan.
  • Teori inti berganda oleh CD. Haris, di mana beberapa tempat menjadi inti kota dan pusat pertumbuhan baru. Misalnya kompleks perguruan tinggi, kompleks perindustrian, dan beberapa kota kecil sekitar kota besar.

Sejarah Pertumbuhan Kota


Berbagai kota yang ada di dunia berawal dari desa yang memiliki berbagai macam potensi. Sehingga setiap kota memiliki potensi dan cara pertumbuhan yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya:
  • Kota pusat pertambangan, dengan adanya sumber daya alam berupa hasil pertambangan, maka dapat menarik masyarakat untuk tinggal di kawasan yang berdekatan dengan pertambangan tersebut, dan terbentuklah sebuah desa yang pada akhirnya akan membentuk sebuah kota.
  • Kota pusat perkebunan, dengan memiliki potensi berupa tanah subur, iklim yang bagus, dan tanaman dapat tumbuh dengan baik, maka dapat mengundang orang-orang untuk datang dan mengolah lahan, semakin banyak orang yang datang dan tinggal akan membentu desa yang berujung pada terbentuknya sebuah kota.
  • Kota pusat perdagangan, tempat yang terletak di persimpangan lalu lintas, yang mana di tempat tersebut akan ada orang yang berdagang dan akan mengundang orang lain untuk bertransaksi ataupun ikut berdagang, yang sehingga jumlah penduduk di wilayah tersebut semakin meningkat sampai terbentuk sebuah kota.
  • Kota pusat administrasi, yang berawal dari sejarah sebagai pusat kerajaan, sehingga menjadi pusat administrasi, yang mengundang banyak orang untuk tinggal di kawasan tersebut yang pada akhirnya menjadi sebuah kota.

Posting Komentar untuk "Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Pola Penggunaan Lahan, dan Sejarah Pertumbuhan Kota"