Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Ciri, Faktor, dan Bentuk-bentuk Diferensiasi Sosial

Pengertian, Ciri, Faktor, dan Bentuk-bentuk Diferensiasi Sosial

Dengan adanya berbagai perbedaan antarindividu dalam masyarakat dapat membentuk struktur sosial yang mengelompokkan individu ke dalam kelas-kelas atau golongan-golongan tertentu sejalan dengan peran dan status sosial yang dimiliki. Adapun pengertian, ciri, faktor, dan bentuk-bentuk diferensiasi sosial akan dijelaskan di bawah ini:

Pengertian Diferensiasi Sosial


Diferensiasi berasal dari kata different yang berarti berbeda. Sedangkan sosial berasal dari kata socius yang berarti kelompok atau masyarakat. Sehingga diferensiasi sosial dapat didefinisikan sebagai pembedaan masyarakat ke dalam kelompok-kelompok tertentu secara horizontal (semua masyarakat memiliki kedudukan yang sama).

Pembedaan masyarakat di sini mengacu pada perbedaan etnis atau suku bangsa, profesi, agama, jenis kelamin, dan sebagainya. Soekanto menjelaskan bahwa diferensiasi merupakan variasi kekuasaan kelompok dalam masyarakat, pekerjaan, dan prestise, yang dihubungkan dengan interaksi sosial.

Ciri-ciri Utama Diferensiasi Sosial


Interaksi sosial mempunyai ciri-ciri fisik dan nonfisik yang berbeda-beda, sehingga dapat menimbulkan deferensiasi sosial yang menjadikan individu atau kelompok terpisah dan berbeda-beda. Adapun ciri-ciri utama dari diferensiasi sosial antara lain:
  • Ciri fisik, pengelompokan manusia ke dalam golongan tertentu sesuai dengan perbedaan fisik yang terlihat dari luar, seperti warna kulit, rambut, bentuk mata, muka, hidung, dan berbagai hal lainnya.
  • Ciri sosial, timbul karena adanya perbedaan pekerjaan yang menyebabkan cara padang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda satu sama lain. Misalnya, perbedaan peranan, prestise, dan kekuasaan.
  • Ciri budaya, berkaitan dengan pandangan hidup masyarakat tentang nilai-nilai yang dianutnya, seperti agama, sistem keluarga, dan lain sebagainya. Nilai-nilai yang dianut tentu saja dapat tercermin dalam perilaku, bahasa, kesenian, arsitektur, pakaian, adat, agama, dan lain-lain.

Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Diferensiasi Sosial


Ada beberapa faktor penyebab timbulnya diferensiasi sosial antara lain:
  • Kaidah sosial, dengan adanya kaidah-kaidah sosial yang berbeda antara anggota masyarakat satu dengan lainnya, maka dapat menimbulkan perbedaan kondisi, sikap, ataupun perilaku pula.
  • Kategori sosial, pembedaan anggota masyarakat sesuai dengan ciri yang melekat pada dirinya, seperti membedakannya berdasarkan jenis kelamin, warna kulit, dan warna rambut.
  • Lembaga sosial, umumnya terdapat lima lembaga sosial utama dalam kehidupan masyarakat, yaitu lembaga agama, lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, dan lembaga pemerintah.  Setiap lembaga tentunya memiliki tugas dan fungsi masing-masing yang dapat mengarahkan masyarakat untuk memiliki pola perilaku yang berbeda-beda.
  • Kelompok sosial, dalam setiap kelompok tentunya memiliki seorang pemimpin, adanya interaksi, peran dan tujuan yang berbeda-beda.

Bentuk-bentuk Diferensiasi Sosial


Berikut ini merupakan beberapa bentuk diferensiasi sosial:
  • Diferensiasi tingkatan, terjadi karena ketimpangan distribusi barang yang jumlah persediaannya terbatas.
  • Diferensiasi fungsional, terjadi karena setiap orang memiliki pekerjaan yang berbeda-beda.
  • Diferensiasi adat, terjadi karena aturan perilaku yang tepat tidak sama antara situasi satu dengan lainnya.
Berdasarkan parameter biologis, ada tiga bentuk diferensiasi sosial, antara lain:
  1. Diferensiasi ras: ras mongoloid (penduduk asli wilayah Asia dan Amerika), ras negroid (penduduk asli wilayah Afrika dan sebagian Asia), ras kaukasoid (penduduk asli wilayah Eropa, sebagian Afrika, dan Asia), dan ras-ras khusus (ras bushman, weddoid, polinesoid, australoid, dan ainu). Pengelompokan ras menurut Eickstedt: leukoderm (europid, polinesid, weddoid, dan ainuid), melanoderm (negrid, melanesid, pigmid, dan autralid), xantoderm (mongoloid, indianid, dan khoisanid), dan melayu (melayu tua: orang batak, toraja, dan dayak, melayu muda: orang Aceh, Minang, Bugis, Jawa, Sunda, dll).
  2. Diferensiasi jenis kelamin: laki-laki dan perempuan. Konflik peranan antara laki-laki dan perempuan: konflik interm individual atau konflik pribadi dan konflik antarindividual atau konflik antarperanan.
  3. Diferensiasi umur (perbedaan berdasarkan umur dalam berbagai aspek kehidupan sosial).
Berdasarkan parameter sosiokultural, terdapat empat bentuk diferensiasi sosial, yaitu:
  1. Diferensiasi agama (pengelompokan masyarakat berdasarkan agama atau kepercayaan). Di Indonesia ada lima agama: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.
  2. Diferensiasi profesi (pengelompokan anggota masyarakat berdasarkan jenis pekerjaan yang dimiliki).
  3. Diferensiasi klan (pengelompokan masyarakat berdasarkan keturunan/kekerabatan). Kelompok kekerabatan: kekerabatan patrilineal (menarik garis keturunan melalui garis ayah saja), matrilineal (menarik garis keturunan melalui garis ibu saja), unilateral (menarik garis keturunan melalui satu garis saja: ayah atau ibu), dan bilateral (menarik garis keturunan melalui garis ayah dan ibu).
  4. Diferensiasi suku bangsa (pengelompokan masyarakat berdasarkan asal usul, tempat asal, dan kebudayaan).
Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Ciri, Faktor, dan Bentuk-bentuk Diferensiasi Sosial"