Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Bentuk, Ciri, Fungsi, dan Peranan Lembaga Keluarga

Pengertian, Bentuk, Ciri, Fungsi, dan Peranan Lembaga Keluarga


Keluarga tidak dapat diragukan lagi sebagai pemeran inti dalam setiap lapisan masyarakat ataupun kegiatan sosial dan ekonomi, tanpa adanya keluarga mungkin tidak akan adanya negara, karena untuk apa negara kalau tidak ada masyarakatnya. Berikut ini merupakan pengertian, bentuk, ciri, dan peranan lembaga keluarga:


Pengertian Lembaga Keluarga


Keluarga adalah lembaga sosial dasar dan bersifat universal. Keluarga menjadi pusat terpenting bagi lembaga-lembaga lainnya. Di belahan dunia mana pun, keluarga menjadi pemeran utama dalam berbagai bidang. Horton dan Hunt menyatakan bahwa istilah keluarga digunakan untuk:

  • Menyebut sebuah kelompok yang memiliki nenek moyang yang sama.
  • Kelompok kekerabatan yang disatukan oleh hubungan darah atau perkawinan.
  • Pasangan perkawinan, baik itu mempunyai anak atau tidak.
  • Seorang duda atau janda dengan beberapa anak.

Bentuk-bentuk Keluarga


Horton dan Hunt menjelaskan bahwa ada dua bentuk keluarga yaitu:
  1. Keluarga konjugal (conjugal family) atau keluarga inti. Keluarga konjugal merupakan keluarga yang terbentuk karena adanya perkawinan. Adapun yang menjadi anggota dari keluarga ini yaitu suami, istri, dan anak-anak yang belum menikah. Keluarga ini terkadang juga diistilahkan sebagai the family of procreation. Dalam kasus ini, anggota keluarga lebih mementingkan hubungan perkawinan daripada hubungan darah.
  2. Keluarga konsanguinal (consanguine family) atau keluarga kerabat. Keluarga konsanguinal merupakan keluarga yang melahirkan seseorang, atau biasa diistilahkan dengan the family of orientation. Keluarga ini lebih mementingkan hubungan darah daripada hubungan perkawinan.

Ciri-ciri Keluarga


Jika ditinjau secara umum, maka terdapat beberapa ciri keluarga antara lain:
  • Terbentuk karena adanya ikatan perkawinan, adopsi, maupun kelahiran.
  • Dapat ditandai dengan kebiasaan tinggal bersama dalam satu rumah.
  • Terdiri dari orang yang berinteraksi dan berkomunikasi.
  • Memiliki norma atau aturan tertentu yang harus dipatuhi.
  • Memiliki tujuan yang jelas dan tegas.
  • Antaranggota keluarga memiliki ikatan atau hubungan yang erat.

Pola Menetap Setelah Menikah


Setelah melakukan pernikahan, biasanya pasangan suami istri akan memilih untuk menetap di suatu tempat, adapun pola penetapannya antara lain:
  • Patrilokal adalah menetap di keluarga pihak suami.
  • Matrilokal adalah menetap di keluarga pihak istri.
  • Ambilokal atau utrolokal adalah memilih menetap di pihak suami atau istri.
  • Natalokal adalah menetap di tempat lahir masing-masing.
  • Neolokal adalah menetap di tempat tinggal yang baru.
  • Avunkolokal adalah menetap di keluarga saudara laki-laki ibu.

Bentuk-bentuk Perkawinan


Berikut ini merupakan bentuk-bentuk perkawinan:
  • Dilihat dari jumlah istri atau suami: monogami (perkawinan antara seorang laki-laki dan seorang wanita), poliandri (perkawinan antara seorang wanita dengan beberapa laki-laki sekaligus), poligini atau poligami (perkawinan antara seorang laki-laki dengan beberapa wanita), dan group marriage (perkawinan antara beberapa laki-laki dengan beberapa wanita).
  • Dilihat dari asal suami atau istri: eksogami (perkawinan seseorang dengan orang yang berasal dari luar kelompoknya), endogami (perkawinan dengan orang yang berada dalam kelompok), homogami (perkawinan dengan orang yang berasal dari kelas sosial yang serupa), dan heterogami (perkawinan dengan orang yang berasal dari kelas sosial yang berbeda).

Fungsi Lembaga Keluarga


Berikut ini merupakan beberapa fungsi lembaga keluarga:
  • Fungsi reproduksi (bertujuan untuk melanjutkan keturunan, mewariskan harta kekayaan, dan lain sebagainya).
  • Fungsi ekonomi (bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan anggota keluarga).
  • Fungsi afeksi (menyangkut kasih sayang, perasaan, dan emosi).
  • Fungsi sosialisasi (mendidik anak sampai terbentuk kepribadiannya).
  • Fungsi pengawasan atau kontrol sosial (pengendalian sosial secara preventif).
  • Penentuan status (mewariskan status sosial kepada para anggota keluarga).
  • Pemeliharaan (memelihara dan merawat anggota keluarga dengan baik).
  • Fungsi proteksi atau perlindungan (bertujuan untuk memperoleh ketentraman, baik lahir maupun batin).

Peranan Lembaga Keluarga


Berikut ini merupakan beberapa peranan lembaga keluarga:
  • Lembaga keluarga dapat menjadi sarana dalam hal meneruskan tradisi kebudayaan masyarakat.
  • Lembaga keluarga menjadi perantara dalam hal mencapai tujuan masyarakat.
  • Menerapkan atau mengaplikasikan sistem norma sejalan dengan peran dan fungsinya.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Bentuk, Ciri, Fungsi, dan Peranan Lembaga Keluarga"