Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konsep-konsep tentang Realitas Sosial Budaya

Konsep-konsep tentang Realitas Sosial Budaya

Soerjono Soekanto menyatakan bahwa masyarakat terbentuk atau tersusun oleh realitas: interaksi sosial, kebudayaan, nilai dan norma, stratifikasi sosial, status dan peran sosial, dan perubahan sosial. Adapun konsep-konsep tentang realitas sosial budaya akan dijelaskan di bawah ini:

Masyarakat


Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang menduduki wilayah tertentu dan menjaga atau merawat kehidupan bersama dalam berbagai bidang kehidupan yang didasari oleh norma sosial tertentu dalam waktu yang agak lama. Ada beberapa unsur yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, antara lain:
  • Teridiri dari banyak orang yang saling berinteraksi dan saling berhubungan.
  • Adanya kegiatan kerja sama, baik itu kerja sama dalam kegiatan yang kecil ataupun besar.
  • Berada dalam suatu wilayah dengan batasan-batasan yang sudah ditetapkan, dan menjalani kehidupan bersama.
  • Berlangsung dalam waktu yang lama dan juga mempunyai norma sosial tertentu sebagai pedoman atau acuan daam sistem tata kelakuan.

Interaksi Sosial


Interaksi sosial merupakan suatu hubungan dan pengaruh timbal balik yang terjadi antarindividu, individu dengan kelompok, dan antara kelompok satu dengan kelompok lainnya.

Status dan Peran


Status merupakan posisi atau kedudukan seseorang dalam kehidupan bermasyarakat yang merupakan aspek masyarakat dan sifatnya statis. Sementara peran yaitu suatu pola tindakan dari orang yang mempunyai status tertentu dalam sebuah masyarakat yang sifatnya dinamis.

Nilai


Nilai merupakan segala sesuatu yang diyakini mengandung unsur positif oleh anggota masyarakat dan juga termasuk sesuatu yang diharapkan atau diinginkan. Jika terjadinya pergeseran nilai, maka dapat memberikan pengaruh tertentu bagi kebiasaan dan tata kelakuan.

Norma


Norma merupakan bukti nyata dari nilai sosial untuk mengaplikasikan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat, yang dianggap berguna atau bermanfaat. Terdapat beberapa norma dalam masyarakat, di anntaranya yaitu:
  • Norma agama adalah pedoman hidup yang berbentuk perintah dan larangan, supaya manusia berada di jalan yang benar dan dalam lindungan Allah SWT.
  • Norma adat adalah norma yang menyangkut dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara terus menerus.
  • Norma kesusilaan dan kesopanan adalah tuntutan perilaku yang mesti dipatuhi oleh setiap individu dalam masyarakat.
  • Norma hukum adalah norma masyarakat yang dihasilkan oleh berbagai lembaga yang berwenang pidana.

Lembaga Sosial


Paul B. Horton mendefinisikan lembaga sebagai sistem hubungan sosial yang terorganisir dan membentuk nilai-nilai ataupun tata cara, serta memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Lembaga juga dapat dikatakan sebagai suatu sistem norma dalam hal mencapai sebuah tujuan tertentu yang penting dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Sosialisasi


Sosialisasi adalah sebuah proses di mana individu belajar untuk berinteraksi di tengah masyarakat. Dengan sosialisasi inilah seorang individu bisa mendapatkan pengetahuan, nilai-nilai, dan norma-norma yang akan membantunya dalam hal menjalani hubungan dengan individu maupun kelompok lainnya.

Perilaku Penyimpangan


Perilaku penyimpangan adalah perilaku individu yang dianggap tidak sejalan atau menyimpang dengan aturan ataupun nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Perilaku ini biasanya dapat menimbulkan hal-hal negatif baik itu bagi individu itu sendiri ataupun bagi masyarakat. Dengan demikian, perilaku penyimpangan bukanlah perilaku yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup.

Pengendalian Sosial


Setiap masyarakat sudah pasti mengharapkan adanya ketertiban supaya tata hubungan antarindividu dapat berjalan secara tertib dan lancar. Dalam hal ini masyarakat umumnya membuat norma untuk dijadikan sebagai pijakan atau acuan, yang mana dalam pelaksanaannya membutuhkan pengawasan dan pengendalian khusus.

Proses Sosial


Proses sosial dapat dikatakan sebagai proses interaksi dan komunikasi antarkomponen masyarakat dalam waktu yang lama, yang pada akhirnya dapat menciptakan suatu perubahan. Dalam proses sosial terdapat beberapa komponen yang saling berhubungan, antara lain:
  • Struktur sosial adalah susunan masyarakat secara komprehensif yang berkaitan dengan individu, tata nilai, dan struktur budayanya.
  • Interaksi sosial adalah segenap hubungan antarindividu yang ada dalam masyarakat.
  • Struktur alam lingkungan adalah hal yang menyangkut dengan letak, bentang alam, flora, fauna, dan iklim.

Perubahan Sosial Budaya


Perubahan sosial budaya dapat didefinisikan sebagai perubahan struktur sosial dan budaya dikarenakan adanya ketidakseimbangan di antara unsur-unsurnya yang pada akhirnya dapat menimbulkan sebuah corak sosial budaya baru yang ideal.

Kebudayaan


Kebudayaan merupakan segala hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam masyarakat. Kebudayaan biasanya dapat terbentuk karena:
  • Artefak (benda hasil karya manusia).
  • Sistem aktivitas (beragam tarian, olahraga, kegiatan sosial, dan ritual).
  • Sistem ide atau gagasan (pola pikir manusia).
Adapun hubungan yang terjadi antarberbagai realitas sosial meliputi: hubungan antara nilai sosial dengan interaksi sosial, norma sosial dengan interaksi sosial, status dan peranan sosial dengan interaksi sosial, kebutuhan dasar, norma, dengan institusi sosial, peran sosial dengan kebudayaan, dan kelas sosial dengan interaksi sosial.
Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Konsep-konsep tentang Realitas Sosial Budaya"