Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Asas Hukum, dan Jenis-jenis Motivasi Ekonomi Islam

Pengertian, Asas Hukum, dan Jenis-jenis Motivasi Ekonomi Islam


Motivasi ekonomi dapat dikatakan sebagai suatu faktor pendorong yang membuat seseorang lebih bersemangat untuk melakukan aktivitas ekonomi, yang pada umumnya terbentuk secara alami tanpa adanya paksaan. Adapun penjelasan lebih lanjut mengenai pengertian motivasi ekonomi, motivasi dan asas hukum ekonomi Islam, dan jenis-jenis motivasi ekonomi Islam, di bahas di bawah ini:


Pengertian Motivasi Ekonomi


Motivasi dapat diartikan sebagai sebuah keinginan untuk memperoleh suatu objek dengan cara menggunakan objek lain sebagai perantaranya. Mitchell, menyatakan bahwa motivasi pada dasarnya mewakili berbagai proses psikologikal, yang berarti timbul, diarahkan, dan terjadinya kegiatan sukarela yang mengarah pada tujuan tertentu.

William juga ikut mengartikan motivasi sebagai suatu keadaan yang mendorong manusia untuk berusaha mendapatkan apa yang diinginkan atau menuju tujuan tertentu. Motivasi adalah gairah atau semangat seseorang yang dapat menggerakkan langkahnya untuk menuju tempat usaha, belajar, beribadah, dan sebagainya.

Adapun menurut Douglas, motivasi timbul jika seseorang mempunyai rencana yang bersifat dinamis dan real mengenai apa yang ingin dicapainya, dan yang setiap saat menggerakkannya untuk meraih keinginan atau cita-citanya tersebut.

Pada dasarnya, inti dari motivasi adalah sebuah harapan atau keinginan untuk menggapai apa yang diinginkan dengan memikirkan cara atau teknik tertentu untuk mendapatkannya. Harapan-harapan tersebut bisa saja timbul dari keyakinan keagamaan, masyarakat, atau dari individu itu sendiri.

Secara tidak langsung, motivasi akan mendorong seseorang untuk hidup dalam keadaan yang lebih maju dan modern serta lebih bersemangat. Sementara itu, tujuan motivasi menurut Roy Garn yaitu untuk pertahanan diri, mendapatkan pengakuan, adanya cinta kasih, dan terakhir untuk mendapatkan uang.

Motivasi memiliki beragam manfaat menarik, di antaranya yaitu:

  • Memberikan semangat, gairah, dan juga kedisiplinan dalam bekerja.
  • Meningkatkan rasa memiliki, loyalitas, dan partisipasi.
  • Meningkatkan kreativitas dan kemampuan untuk terus maju dan berkembang.
  • Meningkatkan produktivitas, prestasi, kesejahteraan, moral, kepuasan, rasa tanggung jawab terhadap tugas atau apa yang diamanahkan kepadanya, dan lain sebagainya.

Motivasi dan Asas Hukum Ekonomi Islam


Motivasi ekonomi pada dasarnya dapat menentukan kegiatan dan hasil ekonomi, sehingga Islam mengharuskan agar motivasi tersebut tidak bertentangan dengan maqashid al-syariah (tujuan syariah), yang pada akhirnya dapat menimbulkan beberapa asas-asas hukum ekonomi Islam berikut ini:
  • Asas tabad al-manafi adalah asas saling bantu membantu atau kerja sama antara dua pihak atau lebih, dengan tujuan utama yaitu untuk saling memberikan manfaat demi tercapainya kesejahteraan bersama. Asas kerja sama atau tabad al-manafi secara tidak disadari dapat meningkatkan kualitas kehidupan menjadi lebih harmonis, tolong-menolong, tingginya nilai persaudaraan, terhindar dari pertikaian dan permusuhan, dan sebagainya.
  • Asas pemerataan adalah asas yang memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai keadilan dalam aktivitas ekonomi, yang bertujuan agar kekayaan tidak hanya dapat dirasakan oleh sebagian orang saja, tapi harus didistribusikan secara merata agar tidak terjadi kesenjangan dalam lapisan masyarakat.
  • Asas 'an taradhin adalah asas suka sama suka, di mana setiap jenis transaksi ekonomi yang dilakukan, baik antar-individu atau kelompok harus selalu didasari oleh rasa suka sama suka atau rela sama rela, tidak dibenarkan adanya pemaksaan, penipuan, pertikaian, dan lain sebagainya. Dengan adanya asas 'an taradhin (suka sama suka), maka setiap pelaku ekonomi akan merasakan adanya kebebasan dan kesenangan dalam melakukan aktivitas ekonomi yang pada akhirnya akan membuat perekonomian menjadi stabil. Islam tidak melarang adanya kebebasan dalam beraktivitas, asalkan kebebasan tersebut masih dalam batas wajar dan tidak melanggar aturan syariah.
  • Asas keadilan adalah asas yang mengharuskan segala bentuk kegiatan ekonomi dilakukan dengan cara yang adil atau tidak memihak sebelah.
  • Asas 'adam al-gharar adalah asas yang menyatakan bahwa setiap aktivitas atau transaksi ekonomi yang dilakukan tidak boleh terdapat tipu daya yang dapat mengarah pada kerugian salah satu pihak yang bertransaksi, yang pada akhirnya dapat terjadi permusuhan dan perkelahian.
  • Asas al-birr wa al-taqwa adalah asas yang mewajibkan bahwa kegiatan atau aktivitas ekonomi yang dilakukan harus bertujuan untuk berbuat kebaikan dan dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Atau dalam kata lain, bukan aktivitas atau transaksi ekonomi yang mengarah pada perbuatan maksiat dan hal-hal yang dilarang lainnya.
  • Asas musyarakah adalah asas yang menyatakan bahwa semua bentuk kerja sama ekonomi yang dilakukan harus memberikan manfaat atau hasil yang positif kepada semua pihak yang terhubung di dalamnya. Dengan demikian, dalam hal kepemilikan suatu aset atau harta benda, terdapat hak orang lain juga yang harus didistribusikan atau disalurkan.

Jenis-jenis Motivasi Ekonomi Islam


Motivasi yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan ekonomi dibagi menjadi dua macam yaitu:
  1. Motivasi intrinsik adalah sebuah keinginan yang timbul secara alami dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas atau tindakan ekonomi.
  2. Motivasi ekstrinsik adalah suatu keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi yang muncul karena adanya dorongan atau usaha dari orang lain.
Menurut ekonomi konvensional, ada beberapa jenis motivasi yang dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan kegiatan ekonomi, antara lain:
  • Motivasi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Motivasi dalam rangka untuk memperoleh keuntungan atau laba.
  • Motivasi dengan maksud untuk mendapatkan penghargaan atau pengakuan.
  • Motivasi untuk dapat menduduki jabatan atau kekuasaan tertentu.
  • Motivasi dengan tujuan untuk menolong sesama manusia (bersifat sosial).
Sementara itu, Umer Chapra mengatakan bahwa motivasi dalam Islam meliputi beberapa hal berikut:
  • Untuk mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan umat manusia atau yang sering disebut dengan falah (kemenangan).
  • Mendapatkan kualitas kehidupan yang jauh lebih baik (hayyah thayyibah).
  • Menyumbangkan nilai yang berharga bagi persaudaraan dan keadilan sosial ekonomi.
  • Terjadinya keseimbangan dalam hal pemuasan atau pemenuhan kebutuhan materiel dan juga spiritual umat manusia.
Secara umum, jenis-jenis motivasi ekonomi Islam dapat diuraikan sebagai berikut:

Pemenuhan Kebutuhan untuk Mendapatkan Kehidupan yang Baik

Pada dasarnya Islam tidak menghambat aktivitas seseorang yang ingin memenuhi kebutuhan atau keinginannya, asalkan cara atau teknik yang digunakan dalam hal pemenuhan tersebut tidak merusak martabat dan derajat manusia. Islam sangat menganjurkan agar setiap barang yang dikonsumsi selalu dalam titik keseimbangan atau tidak berlebihan, karena konsumsi yang berlebihan dapat memberikan kemudharatan dan juga merusak keseimbangan ekonomi. Konsumsi yang baik yaitu konsumsi yang dapat memberikan manfaat bagi orang yang mengonsumsinya, baik itu manfaat secara nyata maupun tersembunyi.

Penghasilan atau Keuntungan yang Didapatkan dari Sumber yang Halal

Ekonomi Islam tidak mempermasalahkan adanya motif yang membuat aktivitas ekonomi dilakukan, yaitu adanya keuntungan atau laba seperti yang diinginkan dalam sistem ekonomi konvensional. Namun demikian, Islam menginginkan agar keuntungan atau laba yang didapat berasal dari sumber yang tidak bertentangan dengan aturan syariah. Karena hal ini sejalan dengan prinsip dasar dari ekonomi Islam itu sendiri, yaitu untuk mendapatkan keberuntungan di dunia dan juga akhirat.

Distribusi Pendapatan dan Kekayaan yang Adil

Islam tidak membenarkan seseorang untuk menumpuk-numpuk harta dan tidak peduli akan keadaan orang lain. Akan tetapi Islam menginginkan agar kekayaan tersebut dapat dipergunakan untuk jalan yang diridhai oleh Allah dan membantu sesama manusia. Dengan adanya pemberian baik dalam bentuk zakat, infak, sedekah, dan sebagainya, maka dapat membuat perekonomian menjadi lebih maju dan kekayaan tersebut tidak hanya berputar pada segelintir orang saja.

Terciptanya Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi

Dengan terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, maka secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tugas manusia, yaitu untuk memakmurkan bumi dan merubah kondisi buruk menjadi lebih baik dengan cara yang benar dan dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Terciptanya Keseimbangan Pemenuhan Kebutuhan Materiel dan Spiritual

Ciri khas utama dari ekonomi Islam yaitu untuk mencari keuntungan dan kemenangan di dunia dan akhirat, sebagai hamba Allah dalam rangka beribadah kepada-Nya dengan benar. Dari sinilah terlihat bahwa Islam memandang kedudukan ekonomi tidak terletak pada materinya, akan tetapi terletak pada nilai dan manfaat yang ditimbulkannya.
Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

Post a Comment for "Pengertian, Asas Hukum, dan Jenis-jenis Motivasi Ekonomi Islam"