Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Sejarah Pendidikan Islam

Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Sejarah Pendidikan Islam


Pendidikan Islam merupakan kunci utama untuk menciptakan generasi yang lebih kreatif, peduli akan lingkungan, berhati mulia, berpikir cerdas, dan berbagai hal positif lainnya. Tanpa pendidikan, seseorang mungkin akan sangat sulit untuk menentukan arah hidupnya, karena dia tidak tau apa yang seharusnya dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan baik di dunia maupun akhirat. Adapun penjelasan mengenai pengertian, tujuan, karakteristik, dan sejarah pendidikan Islam akan dibahas di bawah ini:


Pengertian Dasar Pendidikan Islam


Pendidikan adalah sebuah proses untuk menyiapkan generasi muda dalam hal menjalankan kehidupan ini disertai dengan pembentukan keahlian mereka dalam hal memenuhi kebutuhan hidup secara lebih efektif dan efisien. Tidak seperti hal nya pengajaran yang hanya merupakan transfer ilmu, pendidikan lebih dari itu, di mana setelah transfer ilmu, pendidikan juga mencakup transformasi nilai dan juga pembentukan kepribadian dan akhlak mulia, serta perbaikan segala aspek penting lainnya.

Melalui pendidikan, suatu bangsa dapat dengan mudah untuk mewariskan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, keahlian, dan pemikiran kepada generasi mudanya, dengan demikian mereka akan lebih tangguh dalam menjalani kehidupan. Adapun pengertian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah suatu usaha untuk meningkatkan budi pekerti (kekuatan rohani), kecerdasan, dan juga keahlian jasmani para generasi sesuai dengan lingkungan dan masyarakatnya.

Sementara itu, pendidikan Islam menurut Yusuf Al-Qardhawi adalah pendidikan manusia secara keseluruhan, di mana di dalamnya mencakup perbaikan dan peningkatan kualitas akal dan hatinya, perbaikan rohani dan jasmaninya, serta perbaikan akhlak dan keterampilannya. Oleh karena itu, pendidikan Islam mengarah pada pembentukan generasi yang siap untuk hidup dalam keadaan damai ataupun perang, mampu memahami antara satu sama lainnya, berbuat baik kepada dirinya dan juga  orang lain, serta taat kepada Allah SWT.

Di sisi lain, Hasan Langgulung juga ikut mendefinisikan istilah pendidikan Islam, di mana dia menjelaskan bahwa pendidikan Islam merupakan sebuah upaya untuk mencetak generasi muda dalam hal menduduki peranan, transfer pengetahuan, dan berbagai nilai Islam yang sejalan dengan fungsi dari manusia itu sendiri yaitu untuk beramal di dunia dan mengambil manfaatnya di akhirat kelak. Atau secara singkat dapat dikatakan bahwa pendidikan Islam yaitu proses pembentukan kepribadian seseorang agar sejalan dengan aturan atau hukum Islam sebagai mana yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.


Tujuan Pendidikan Islam


Pendidikan Islam adalah salah satu bagian penting dari ajaran Islam itu sendiri. Sehingga tujuan dari pendidikan Islam sejalan dengan tujuan dari ajaran Islam, yang mana fokus utama dari pendidikan Islam yaitu untuk membentuk pribadi yang selalu berbaik sangka dan bertakwa kepada Allah SWT. Tanpa adanya pendidikan, pembentukan individu yang mulia sangatlah sulit untuk dilakukan, hal ini karena tidak adanya pemahaman mengenai apa yang seharusnya dilakukan (yang memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain) dan apa yang harus ditinggalkan (yang memudharatkan dirinya dan juga orang lain).

Secara khusus, pendidikan Islam juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam beberapa aspek penting, yang mencakup pikiran, kemauan, intuisi, perasaan, keterampilan, atau yang sering disebut dengan aspek kognitif, afektif, dan motorik.

Secara prinsipil, dasar-dasar pendidikan Islam dibentuk dari ajaran Islam dan berbagai bentuk perangkat dan kebudayaannya. Adapun sumber utama yang digunakan dalam hal pembentukan dan pengembangan pendidikan Islam yaitu Al-Qur'an dan Sunnah. Adapun nilai-nilai yang sering digunakan yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah yaitu memberikan penghargaan terhadap akal manusia, bimbingan ilmiah, tidak menentang fitrah dan fungsi manusia, dan juga menjaga dan memelihara kebutuhan sosial.


Karakteristik Pendidikann Islam


Karakteristik pendidikan Islam berfokus pada pencarian ilmu pengetahuan, pemahaman atau penguasaan, dan pengembangan ilmu pengetahuan atas dasar ketakwaan dan ibadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap umat Islam harus senantiasa mencari ilmu yang bermanfaat dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang didapat tersebut dapat berguna bagi dirinya dan orang lain.

Kegiatan mencari, mempelajari, dan pengembangan ilmu pengetahuan haruslah dilakukan secara berkesinambungan, ini artinya bahwa dari sejak manusia dilahirkan sampai ajal tiba, hal ini harus dilakukan. Sehingga tidak heran kalau kegiatan ini sering diistilahkan sebagai life long education dalam sistem pendidikan modern.

Di samping itu, karakteristik pendidikan Islam juga mencakup pengakuan terhadap potensi dan kemampuan seseorang dalam hal membuat suatu perkembangan, baik itu perkembangan yang menyangkut dengan kehidupan pribadinya ataupun perkembangan yang berlaku secara luas di kehidupan masyarakat. Dengan demikian, setiap pecinta ilmu pengetahuan harus dihormati dan dihargai agar setiap ilmu yang mereka miliki menjadi berkah dan bermanfaat bagi kehidupan manusia secara keseluruhan. Pengamalan ilmu pengetahuan yang dilakukan atas dasar ketakwaan dan tanggung jawab kepada Allah SWT dan masyarakat merupakan karakteristik penting pendidikan Islam.


Sejarah Pendidikan Islam


Pendidikan Islam memiliki sejarah yang begitu panjang, hal ini dikarenakan pendidikan Islam muncul sejalan dengan kemunculan Islam itu sendiri. Sejak Islam lahir di tanah Arab, usaha-usaha untuk mengembangkan pendidikan Islam sudah mulai ada dan banyak dipraktikkan oleh masyarakat Arab. Namun, pendidikan Islam pada masa ini belum begitu formal, tapi lebih bersifat informal atau yang dikembangkan melalui dakwah Islamiah dengan tujuan untuk menyebarkan dasar-dasar kepercayaan dan tata cara beribadah dalam agama Islam.

Kegiatan pendidikan Islam pada tahap awal diadakan di rumah sahabat Rasulullah, salah satu yang terkenal yaitu Dar Al-Arqam. Akan tetapi ketika masyarakat sudah mulai berkembang, maka pendidikan Islam selanjutnya diselenggarakan di masjid. Kegiatan pendidikan Islam yang dilakukan di kedua tempat ini berlangsung dalam bentuk halakah atau yang dikenal dengan lingkaran belajar.

Pendidikan Islam baru diadakan secara formal pada saat dibangunnya madrasah. Adapun para sejarawan seperti Munir ud-Din Ahmed, Ahmad Syalabi, George Maqdisi, dan Maichael Stanton menyatakan bahwa madrasah pertama kali dibangun oleh Wazir Nizham al-Mulk pada 1064, madrasah ini selanjutnya berkembang dan dikenal dengan Madrasah Nizham al-Mulk. Akan tetapi penelitian yang dilakukan oleh Richard Bulliet menemukan bahwa ada madrasah yang lebih tua di kawasan Nishapur, Iran, sekitar tahun 400/1009 dijumpai madrasah al-Baihaqiyyah yang dibangun oleh Abu Hasan Ali al-Baihaqi.

Sepanjang sejarah Islam, madrasah ataupun jami'ah sering dikaitkan dengan pembelajaran ilmu agama, dengan fokus utamanya pada bidang fikih, tafsir, dan hadis Nabi. Walaupun ilmu-ilmu tersebut memberikan kebebasan bagi akal untuk melakukan ijtihad, jelas bahwa pada masa-masa klasik, ijtihad yang dilakukan bukan sembarang ijtihad, melainkan ijtihad yang dilakukan dengan cara hati-hati dan tidak merusak sumber hukum utama Islam yaitu Al-Qur'an dan Hadis.

Mengapa legalisme fikih dan syariah menjadi sangat dominan dalam pendidikan Islam? Hal ini tidak lain adalah:

  • Keterkaitannya dengan pandangan bahwa tingginya kedudukan syariah dan berbagai ilmu keislaman lainnya.
  • Lembaga-lembaga pendidikan Islam umumnya dipimpin oleh orang-orang yang ahli di bidang agama.

Faisal
Faisal Sira tajak tapileh situek, sira taduek tacop keu tima.

2 comments for "Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Sejarah Pendidikan Islam"

  1. blog yang patut untuk dikunjungi.. artikelnya bermanfaat. istilahnya "daging semua"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah membacanya, semoga bermanfaat, amin

      Delete